Kedai Kopi Ala Repvblik Syruput, Tersedia Kopi Asli Afrika, Hingga Donasi untuk Literasi

Kedai Kopi Ala Repvblik Syruput
PENIKMAT KOPI : Presiden Repvblik Syruput, Paox Iben nampak sedang meracik kopi khas menu disajikan di kedai Repvblik Syruput. Tidak melulu profit orientied, namun lebih menekankan kepada kegiatan sosial. (Ahmad Yani/Radar Lombok)

Kafe, kedai atau sebutan lainnya  kini marak berdiri di Kota Mataram. Salah satunya, kedai Repvblik Syruput. Lalu Apa keistimewaan dan kekhasan kedai tersebut bagi tongkrongan penikmat kopi ?


AHMAD YANI – MATARAM


Nongkrong, kongkow – kongkow atau sebutan lain di   kedai, kafe atau warung kopi bersama teman, handau taulan, kerabat makin jadi budaya dan gaya hidup di perkotaan. Termasuk di Kota Mataram. Kebutuhan hidup bersosialisasi inilah yang membuat banyaknya kafe dan  kedai kopi bermunculan, menjamur di berbagai tempat di kota ini.

Perubahan tren ini mendorong tumbuhnya kedai kopi lokal untuk berlomba menawarkan cita rasa kopi nikmat dipadu dengan kenyamanan kedai.

Salah satu kedai kopi di Kota Mataram yang menawarkan suasana dan konsep yang berbeda dengan kedai kopi pada umumnya adalah kedai kopi Repvblik Syruput. Lokasinya berada di Jalan Sultan Salahuddin Batu Dawe Mataram.

Republik Syruput bukanlah sebatas kafe kopi biasa karena sebagian besar yang datang dan menghabiskan waktu mereka disini dipenuhi dengan diskusi-diskusi kreatif dan positif tentang banyak hal. Salah satu yang menarik dari kafe ini adalah mengangkat content-content yang mungkin bisa dikatakan  unik dan jarang diangkat di tempat lain. Tentunya ini akan menarik bagi penggila kopi sebagai teman asyik nongkrong sambil  berbincang ataupun menyaksikan acara yang sedang digelar di tempat ini.

Repvblik Syruput memperkenalkan cara minum kopi yang baik dan benar. Maka, dalam perspektif Repvblik Syruput, ngopi adalah kegiatan yang mestinya serius. “Seninya minum kopi. Sejak dulu kita hanya mengenal cara minum kopi tradisi para budak,” kata Paox Iben, Presiden Repvblik Syruput kepada Radar Lombok  Rabu kemarin (9/8).

Kopi yang dikenal masyarakat selama ini pun, hanya minuman berasa kopi. Selain menggunakan kopi kualitas rendah, dalam pengolahannya pun sangat memprihatinkan. ” Komposisi kopi dicampur dengan tiga, empat bagian, bahkan lebih, biasanya dengan dengan beras atau bahan lain. Disangrai dengan metode yang keliru. Bahan-bahan yang telah dicampur disangrai sampai hangus, menghasilkan zat karbon yang sangat berbahaya. Inilah yang sering bikin kita sakit perut setelah minum kopi seperti itu,” jelas Paox.

Meminum kopi dengan benar juga akan mendapatkan manfaat dari kopi yang sesungguhnya. Misalnya untuk segelas espresso. Disajikan gelas kecil. Begitu segelas espresso tersaji, pemesannya langsung meminumnya sampai habis. Kopi yang bagus itu, kata Paox, dari aromanya saja sudah membuat kita tertarik.

Dikatakan, Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, tapi tidak punya budaya minum kopi dengan cara yang benar. Kopi yang dikonsumsi mestinya dari biji kopi yang bagus. Biji kopi yang baik akan menghasilkan minuman kopi yang baik pula. Kemudian kopi di-roasting, dengan catatan tidak terlalu hitam dan gelap setelah digiling. Lalu proses penyeduhan adalah tahap penting lain untuk menghasilkan kopi berkualitas. “Jangan anggap proses ini remeh. Mengolah kopi adalah sains, jadi menyeduhnya pun perlu memperhatikan takaran-takaran seperti berapa suhu dan banyaknya air dan lainnya,” ucap Paox.

Repvblik Syruput boleh dibilang kedai kopi eksklusif, tapi terjangkau bagi kantong mahasiswa. Selain menyajikan varian kopi dari berbagai daerah dan cara penyajian yang spesifik, Repvblik Syruput juga menampilkan  musik akustik, penayangan video dokumenter dan diskusi segar tentang kopi.

Bagi para penikmat kopi, mereka  bisa menikmati kopi yang diperoleh asli dari Afrika. Dengan jejaring dimiliki, Repvblik syruput memperoleh pasokan kopi langsung dari benua hitam tersebut.  “Bawa duit dua puluh ribu, bisa bawa pacar menikmati kopi dan suasana hangat di Repvblik Syruput,” ujar Paox.

Alhasil, mengonsumsi kopi terutama di malam hari adalah ritual. Maka secangkir kopi adalah representasi akan realitas kehidupan. Ia menuturkan, ide awal pendirian Repvblik Syruput tidak terlepas dari pengalaman dirinya antara 2015 – 2016 berkeliling ke berbagai daerah di pelosok Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Dalam perjalanan tersebut, ia menemukan kopi menjadi komoditas utama masyarakat setempat. Kopi selalu menjadi suguhan.

Repvblik Syruput tidak melulu orientasi profit oriented. Namun, melalui Repvblik Syruput pihaknya memberikan edukasi terutama kepada anak muda. Kopi merupakan warisan budaya yang  harus terus dipertahankan dan dilestari. Kopi tidak hanya sebatas suguhan, namun simbol memperkuat dan mempererat persahabatan, kekeluargaan dan kebersamaan.

Oleh sebab itu, di Repvblik Syruput lebih banyak digelar kegiatan apresiasi. Mulai gelar pementasan, diskusi, bedah buku, literasi dan berbagai kegiatan apresiasi.

Keuntungan Repvblik Syruput pun sebagian besar didonasikan bagi kegiatan literasi yang sedang dilakukan sejumlah komunitas literasi di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. ” Repvblik Syruput ini lebih kepada social project,” pungkasnya.(*)