Kecolongan, Kepulangan Eva LIDA Disambut Ratusan Orang

KERUMUNAN: Kepulangan Eva Yolanda, yang gagal dalam kompetisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) dari Jakarta, disambut ratusan orang. Tak ayal kerumunan ini menjadi perbincangan, di tengah merebaknya virus corona. (ist for radarlombok.co.id)

SELONG—Kepulangan Eva Yolanda, dari Jakarta, usai mengikuti kompetisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA), disambut antusias warga Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Sebelum pulang ke rumah, Eva juga telah mendapatkan pemeriksaan di Posko Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Timur.

Padahal, pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah telah meminta dan menegaskan untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang berpotensi mendatangkan orang banyak. Namun dalam penyambutan Eva Yolanda tersebut, ternyata mendapatkan sambutan yang meriah, bahkan dihadiri ratusan orang.

Tak ayal kejadian itu mendapatkan kritikan pedas dari berbagai kalangan. tak terkecuali sejumlah akun di media sosial (Medsos) juga membicarakan peristiwa tersebut sehingga menjadi viral.

Terkait itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H.M Juaini Taofik menyatakan bahwa kepulangan Eva Yolanda hari ini diberlakukan sama dengan semua warga yang datang dari luar daerah. “Kabar baiknya, Eva Yolanda keluar melalui Pintu Orang Tanpa Gejala ( OTG ) di Bandara, selanjutnya menuju Posko utama di Pendopo seperti masyarakat lain. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas Posko, diukur suhu 36,2 (normal) dan tidak ada gejala lainnya,” ujar Taofik.

“Kita sesalkan kejadian ini, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Paling tidak ini gambaran nyata bahwa masih banyak masyarakat kita yang belum sepenuhnya memiliki kesadaran tingkat tinggi terhadap ancaman Covid-19 ini. Mungkin itu hikmahnya,” tambah Taofik.

Adanya kejadian ini, atas nama Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, pihaknya meminta maaf atas peristiwa itu.

Sementara itu, Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio menegaskan, gugus tugas sudah melaksanakan SOP penjemputan, serta sudah menyarankan pihak manajemen agar tidak membawa Eva pulang ke rumahnya.

“Gugus Tugas sudah bersepakat akan melakukan investigasi, dan akan menindak tegas siapapun yang melanggar peraturan sesuai dengan ketentuan yang sudah di atur dan hukum yang berlaku. Sekarang kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap EO-nya,” tegas Tunggul.

Sementara Dandim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf Agus Prihanto Donny, mengaku kecolongan, setelah kejadian itu menjadi perbincangan di media sosial. “Betul apa yang dikatakan Pak Sekda, nasi sudah menjadi bubur, dan kita akan perbaiki kedepan. Saya juga minta maaf sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas, karena terus terang saya kecolongan terkait kejadian ini,” tandasnya. (wan)