Kecimol Dilarang, Warga Ngamuk di kantor Desa

Ricuh : Ratusan warga mendatangi Kantor Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur untuk memprotes keberadaan Perdes larangan Kecimol masuk ke desa tersebut. Aksi warga ini ricuh dan anarkis. (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG- Ratusan warga Dusun Jeriang Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur  mendatangi kantor desa setempat,Rabu (29/5). Mereka memprotes Perdes larangan Kecimol masuk ke desa tersebut. Kecimol adalah grup musik yang biasa dipakai untuk mengiring pengantin dalam prosesi nyongkolan.

Aksi protes warga ini berlangsung tegang bahkan sampai baku hantam. Selaian itu warga juga  melakukan aksi anarkis dengan cara melempar kaca kantor desa dengan kursi dan telur. Petugas yang berada di lokasi berupaya mengendalikan situasi. ” Kalau Kawil dan Kades merasa benar silahkan keluar temui kami,” tantang Mudarman, salah satu perwakilan warga.

Mereka merasa dibodohi oleh pemerintah desa dengan aturan yang dibuat sendiri. Dalam arti mereka yang buat aturan tapi nyatanya mereka sendiri yang melanggarnya. ” Sebelumnya kita pernah melakukan hearing sudah dilakukan namun tidak ada jalan penyelesaian.  Apakah mungkin  Kades melindungi Kawil yang kerap membuat kegaduhan di warganya dan sering melanggar aturan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Lindungi 12.656 Petani Tembakau Lewat Jamsostek

Warga menyebut Perdes Kecimol ini tidak konsisten diterapkan terutama oleh Kawil di dusun mereka. Buktinya ketika ada  salah satu warga mengadakan nyongkolan dan menggunakan Kecimol namun dilarang oleh Kanwil di dusunnya itu.  Sedangkan warga yang lain diperbolehkan menggunakan Kecimol. ” Ini dinamakan pilih kasih.  Intinya kami menuntut Kawil Dusun Jeriang di berhentikan dan ganti rugi Rp 12 juta ke warga yang sudah menyewa Kecimol,” tegasnya.

Baca Juga :  Kerugian Negara Kasus Alsintan Lotim Diperkirakan Rp 4 Miliar

Untuk itu mereka meminta supaya Perdes larangan Kecimol ke desa tersebut dibatalkan. Jika apa yang menjadi tuntutan mereka itu tidak segera ditanggapi, warga pun mengancam akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak.

Sementara itu Camat Sakra Timur Muhsin membenarkan adanya aksi di kantor Desa Gereneng. Berkaitan dengan hal ini terang dia, sebelumnya pernah dilakukan hearing namun hasilnya tidak disampaikan ke warga. ” Ketika ada aturan dibuat kemudian yang melanggarnya itu adalah pemerintah desa dalam hal ini Kawil maka harus diberikan tindakan tegas. Kita mengingkan supaya warga kita tetap aman dan damai,” singkatnya.(lie)

Komentar Anda