Kecanduan Narkoba, Oknum Honorer Nekat Menjambret

JAMBRET: Kapolsek Pagutan Iptu Ketut Artana, saat menginterogasi pelaku penjambret, seorang oknum pegawai honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Matatam, berinisial MN alias Nasib. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
JAMBRET: Kapolsek Pagutan Iptu Ketut Artana, saat menginterogasi pelaku penjambret, seorang oknum pegawai honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Matatam, berinisial MN alias Nasib. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Seorang oknum pegawai honorer yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Kota Matatam berinisial MN alias Nasib, terpaksa harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap Tim Opsnal Polsek Pagutan, lantaran menjambret di Jalan Lingkar Selatan, Pagutan, Kota Mataram, pada (5/8) lalu.

Korbannya yaitu Hilda Safira, 25 tahun, warga Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. “Pelaku berhasil ditangkap berkat bantuan masyarakat,” kata Kapolsek Pagutan, Iptu Ketut Artana, Jumat (7/8).

Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat diamuk massa. Namun beruntung nyawanya terselamatkan lantaran polisi dengan sigap mengevakuasinya dari kerumunan massa. “Kebetulan ada anggota yang sedang patroli sehingga pelaku langsung dievakuasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam menjalankan aksinya, pelaku hanyalah seorang diri. Modusnya yaitu pelaku membuntuti korban dari belakangan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Begitu suasana terlihat sepi, pelaku langsung memepet kendaraan korban kemudian merampas tas berisi uang.

Selanjutnya pelaku tancap gas  ke arah barat menuju Bundaran Jempong. Tak terima tasnya dirampas begitu saja, korban kemudian mengejar pelaku sambil berteriak jambret. Warga sekitar yang menyaksikan hal itu kemudian ikut melakukan pengejaran. Pelaku kemudian berhasil diamankan di sekitar simpang tiga, karang Anyar, Pagesangan, Kota Mataram. “Ia gagal melarikan diri lantaran terjatuh usai menabrak tembok rumah warga,” kata Artana.

Usai diamankan kemudian dilakukan pemeriksaan. Di hadapan penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Aksinya tersebut bukan kali pertamanya. Melainkan sudah belasan kali di wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram.

Tidak hanya menjambret, pelaku juga melakukan pencurian sepeda motor. Salah satunya yaitu di parkiran rumah sakit umum provinsi (RSUP) NTB bulan lalu. Pelaku juga sempat masuk penjara tahun 2014 kasus narkotika.

Terkait alasannya kerap melakukan aksi kejahatan, pelaku berdalih butuh uang untuk bayar hutang, selain itu juga untuk membeli narkoba. Pelaku mengaku gaji yang didapatkannya sebagai pegawai honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram tidaklah seberapa. Disana ia sudah bekerja selama 10 tahun, tetapi gajinya tetap hanya Rp 1 Juta per bulan. (der)