Kebakaran Kaki Rinjani Berhasil Dipadamkan

PADAM: Lahan yang terbakar di sejumlah perbukitkan di kaki Gunung Rinjani telah berhasil dipadamkan. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

SELONG–Kerja keras tim Harkutla memadamkan kebakaran yang terjadi di sejumlah perbukitkan di kaki Gunung Rinjani berbuah hasil.

Sejumlah titik api yang membakar hektarean lahan di kawasan itu telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. Baik itu dari Polres Lotim, KPH Rinjani Timur, TNGR Sembalun termasuk juga dibantu oleh warga setempat.

Diketahui kebakaran sendiri pertama kali terjadi pada Senin lalu. Di mana sumber api pertama kali mulai muncul di Bukit Sempana. Cuaca panas disertai dengan angin kencang menyebabkan api dengan begitu cepat merembet ke perbukitkan yang saling berdekatan. “Sejak kemarin api sudah mulai padam. Pusat api sebenarnya muncul dari Sambelia,” ungkap Kapolsek Sembalun, AKP Lalu Panca Warsa ketika dikonfirmasi kemarin (12/8).

Proses pemadaman diakuinya memang membutuhkan kerja ekstra. Apalagi melihat kondisi medan yang begitu terjal tentunya mengharuskan petugas harus melakukan pemadaman secara manual. Kondisi itulah yang menyebabkan proses pemadaman membutuhkan waktu berhari-hari.

BACA JUGA :  Jatuh dari Tebing Rinjani, Pendaki Asal Gunungsari Patah Lengan Kanan

Sejak kebakaran terjadi setidaknya ada ratusan petugas gabungan yang diterjunkan ke lokasi dan disebar untuk melakukan pemadaman. Jumlah petugas yang diterjunkan sebanyak 60 orang, mulai dari anggota Polres Lombok Timur dan Polsek Sembalun, ditambah anggota Koramil Sembalun 11 orang, dari KPH Rinjani Timur 25 orang, ditambah personel dari instansi lainnya termasuk juga dari warga. “Selama proses pemadaman petugas kita sangat berhati – hati. Apalagi kondisi medan yang dilalui sangat terjal dan curam. Bahkan pemadaman pun sebagian petugas menggunakan peralatan seadanya seperti ranting kayu dan lainnya,’’ imbuh dia.

Selain di bukit Sempana,  kebakaran juga merembet sampai ke bukit Nanggi. Hektarean kawasan padang sabana yang mengering di area itu juga dengan begitu cepat dimakan api. Meski berbagai upaya dilakukan oleh petugas namun api terus menjalar. Bahkan petugas pun sampai harus bermalam di lokasi untuk mencegah api tidak merembet ke kawasan lainnya. “Bahkan sampai dengan Rabu, rembetan api sudah menjalar ke tebing Meringgok. Kejadian juga menyebabkan ratusan pohon habis dimakan api,’’ tutur Panca.

BACA JUGA :  Niat Berobat di Segara Anak, Sardin Warga Lombok Utara Meninggal

Ketika ditanya terkait penyebab kebakaran, Panca mengaku masih dalam proses penyelidikan. Yang pasti kata dia pihaknya mengingatkan masyarakat di tengah musim kemarau seperti sekarang diminta supaya tidak membuka lahan secara sembarangan, apalagi dengan cara membakar. Karena itu jelas bisa diproses secara pidana, apalagi sampai menimbulkan kebakaran yang meluas. “Apapun alasannya tetap tidak dibenarkan. Kalau kita ditemukan dan terbukti maka bisa diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (lie)