KBRI Benarkan Muliati Korban Percobaan Pemerkosaan

Muliati Korban Percobaan Pemerkosaan
KORBAN: Muliati (kiri) saat berada di KBRI di Riyadh Arab Saudi. (BP3TKI FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dugaan pemerkosaan yang dialami oleh Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok Barat, Muliati di Riyadh Arab Saudi telah ditangani Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) disana.  Bahkan saat ini sedang dilakukan upaya penyembuhan atas sakit yang dialami Muliati karena melompat dari lantai dua.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi NTB, Mucharom Ashadi mengungkapkan, pihak KBRI telah memanggil sang majikan dan Muliati sendiri. “Barusan saya dikirimkan informasi dari KBRI, dipastikan benar adanya upaya pemerkosaan itu,” terang Mucharom kepada Radar Lombok, Rabu sore (26/4).

Berdasarkan informasi yang dikirim KBRI Riyadh, diketahui Muliati bekerja di perusahaan Marahah sejak 8 bulan lalu. Marahah merupakan salah satu perusahaan agency yang menyiapkan tenaga kerja pembantu disana. Muliati kemudian dipekerjakan secara kontrak ke majikan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dengan sistem satu kontrak masing-masing 3 bulan.

Pada majikan pertama dan kedua, Muliati bekerja dengan baik. Ia tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak semestinya. Namun ketika bekerja pada majikan yang ketiga, Muliati mengalami upaya pemerkosaan. “Anak majikan mencoba memperkosa yang bersangkutan ketika sedang menjemur baju di lantai dua,” ungkap Mucharom.

Sekuat tenaga Muliati memberikan perlawanan. Ia pun berhasil melepaskan diri dan belum sempat diperkosa. Sayangnya, dalam upayanya melawan pemerkosaan tersebut, Muliati terjatuh dari lantai dua. Akibatnya, kondisi kesehatan Muliati sangat buruk sehingga harus dibawa ke rumah sakit waktu itu.

Setelah ditangani KBRI, pihak Maharah berjanji akan bertanggungjawab memberikan fasilitas kesehatan kepada Muliati hingga sembuh total. “Muliati menyatakan ingin pulang ke Indonesia. Kepada KBRI, pihak Maharah juga berjanji akan memproses kepulangannya setelah kesehatan membaik dan semua hak-haknya terpenuhi,” kata Mucharom.

Sementara untuk PPTKIS yang memberangkatkan Muliati, PT Putra Timur Mandiri perwakilan NTB telah dipanggil oleh BP3TKI. Namun sampai saat ini belum juga datang memberikan klarifikasi. Kantor pusat perusahaan tersebut juga telah dipanggil oleh BNP2TKI.

BP3TKI berjanji akan terus mengejar PPTKIS tersebut. Nasib yang menimpa Muliati harus dipertanggungjawabkan. Mengingat, dalam dokumen pemberangkatan Muliati akan bekerja sebagai cleaning service. Namun faktanya ditempatkan sebagai pembantu rumah tangga. “Kita tetap kejar perusahaan itu,” ucapnya.

Tidak sampai disitu, BP3TKI akan berkoordinasi dengan KBRI untuk memberikan efek jera pada pelaku. Jangan sampai hal serupa terjadi pada TKW lainnya di Arab Saudi. “Tentu akan kita minta keadilan atas upaya pemerkosaan itu,” tandasnya.

Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H Wildan mengaku siap menerima kepulangan Muliati. Pihaknya akan berbuat maksimal untuk memulihkan kesehatan Muliati saat berada di NTB.

Saat ini, lanjutnya, Disnakertrans terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk tetap mendapatkan informasi perkembangan Mulyati. “Majikannya juga sudah dipanggil oleh KBRI, katanya dia siap pulangkan Muliati. Biaya pengobatan juga akan ditanggung,” ucap Wildan. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid