Kawula Muda Makin Solid Menangkan MUDA

MAKIN SOLID : Sejumlah perwakilan kawula muda bertemu pasangan Makmur-Ahda (MUDA) usai debat kandidat tahap pertama. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Debat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Mataram putaran pertama ternyata membawa dampak positif bagi pasangan nomor urut 3 H Lalu Makmur Said dan Badruttamam Ahda (MUDA).

Pascadebat, banyak elemen masyarakat yang mengagumi kualitas pasangan MUDA, terutama kawula muda. Nah, kekaguman warga ini kemudian berbuah menjadi keyakinan untuk mendukung pasangan ini. Mereka makin solid untuk bergerak memenangkan pasasangan ini dalam pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Hal ini diungkapkan Relawan Mataram MUDA, Getaq Aprian Idha, bahwa kawula muda semakin komitmen mendukung pasangan MUDA. Komitmen itu kembali disampaikan Getaq dalam pertemuannya dengan calon wakil wali kota Mataram, Badruttamam Ahda usai debat. Bahwa sejumlah hal perlu dioptimalkan kembali di Kota Mataram, khususnya yang menyangkut aktivitas kepemudaan. “Kami mewakili aspirasi kelompok muda di Mataram, bermaksud untuk menjadi penghubung atas keresahan teman-teman. Rasanya sejumlah hal perlu dioptimalkan seperti dibukanya creative space sebagai wadah aktivitas para pelaku kreatif yang didominasi oleh anak muda,” ungkap Getaq.

Menurutnya, anak muda di Mataram sejatinya juga membutuhkan bantuan konkret untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Anak muda sudah cukup memiliki banyak waktu luang untuk berlatih secara mandiri. Hanya yang dibutuhkan sekarang adalah jaringan pasar, ruang aktivitas khusus, dan suntikan modal seperti yang dikatakan sebelumnya.“Tentu saja kami membutuhkan bimbingan berupa pelatihan khusus dari orang-orang yang sudah senior atau ahli sesuai bidang yang kami dalami. Tapi tidak semua dari kami membutuhkan itu karena kami sudah memiliki banyak waktu luang untuk berlatih secara mandiri. Sekarang PR-nya adalah jaringan pasar, ruang aktivitas khusus kreatif dan suntikan modal yang jelas,” tegasnya.

Ahda pun menimpali hal tersebut, program yang telah dirancangnya khusus untuk keberlangsungan aktivitas kreatif anak muda. Program tersebut disebutnya sebagai Creative Hub. Creative Hub akan menjadi salah satu program prioritas  dari 5 Ikhtiar Pembangunan di mana uraiannya terdiri dari dibukanya creative space bagi anak muda, pemberian pelatihan bakat dan jaringan pasar, serta modal untuk tindak lanjut dari pelatihan yang telah dijalani. “Kami memang berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang konkret untuk anak muda. Maka dari itulah tiyang dengan Miq Makmur merancang Creative Hub. Creative Hub berisi tentang segala kebutuhan anak muda yang telah kami riset secara mendalam. Hasilnya, anak muda membutuhkan creative space, pelatihan bakat dan jaringan pasar, serta modal berkelanjutan pasca melakukan pelatihan,” jelas putra wali kota Mataram, Ahyar Abduh tersebut.

Melanjutkan pembahasan Creative Space, dia mengatakan bahwa daerah kota tua Ampenan nantinya akan dijadikan sebagai poros kreatif anak muda Kota Mataram. Rencananya, bila pasangan Makmur-Ahda terpilih sebagai walikota dan wakil walikota Mataram pada pilkada 2020 nanti, Kota Tua Ampenan akan ditransformasikan menjadi creative space tanpa meninggalkan filosofi sejarah yang hidup di sana. “Kota tua Ampenan akan ditransformasikan menjadi creative space bagi aktivitas kreatif anak muda Kota Mataram. Kita akan memaksimalkan setiap sudut di kota tua Ampenan agar bisa dimanfaatkan demi perkembangan kreativitas anak muda, tanpa harus menghilangkan atau mengurangi kadar filosofi sejarah dari kota tua Ampenan. Ampenan akan tetap hidup bersama sejarahnya. Ini sekaligus menjadi tempat belajar sejarah bagi anak muda dan upaya merawat ingatan bagi masyarakat Kota Mataram secara luas,” jelasnya. (adv)