Kawin dan Sakit, Tiga Siswa Batal UN

HARI PERTAMA: Bupati KLU, Najmul Akhyar di hari pertama memantau pelaksanaan UN (Ali/Radar Lombok)

SELONG–Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN)  jenjang pendidikan SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Lombok Timur (Lotim) berjalan lancar. Namun demikian, ditemukan ada tiga siswa yang batal mengikuti ujian.

“Ketiga siswa yang batal mengikuti UN ini karena ada yang kawin dan sakit,” kata Kepala Unit  Layanan Dikmen dan PK-PLK Lotim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Saiful Islam, Senin (10/4).

Tiga siswa yang tidak ikut UN itu, lanjutnya, terdapat di SMAN 1 Aikmel dan salah satu SMA di Kecamatan Sakra. Namun begitu, secara keseluruhan proses pelaksanaan UN SMA /MA berjalan lancar.

Pelaksanan UN akan berlangsung salama  empat hari. Setiap hari, sebanyak  satu mata jenis mata pelajaran yang diuji dari jumlah empat mata pelajaran yang diujikan. Untuk hari pertama, mata  yang diuji  adalah bahasa Indonesia, hari kedua  Matematika,  hari ketiga Bahasa inggris, dan terakhir mata pelajaran pilihan.

[postingan number=3 tag=”un”]

Di Lotim sendiri, tahun ini  jumlah  SMA/MA yang melaksanakan UNBK  sebanyak 112 sekolah.  Baik itu sekolah negeri maupun swasta. Sedangkan 81 SMA/MA melaksanakan Ujian Nasional Pensil dan Kertas (UNKP) .

Pelaksanaan UN  dihari pertama,  dipantau langsung oleh wakil Bupati Khaerul Warisin.  Wabup menyempatkan diri  turun langsung melihat pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Selong. Meski dari teknis dan fasilitas tidak ditemukan ada kendala.

‘’Sementara ini berjalan lancar. Kita belum  terima laporan ada kecurangan.  Baik itu UNBK maupun UNKP. Semuanya berjalan bagus,” ungkapnya.

Selama UN berlangsung, baik UNBK  maupaun UNKP pengawasan dilakukan dengan cukup ketat. Ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebocoran soal.  Proses pengawasannya  pun dilakukan dengan sistem silang. Setiap mata pelajaran yang diujikan akan diawasi oleh pengawasan yang tidak mengampu mata pelajaran  tersebut.

‘’Pengawasan dilakukan dengan silang penuh,” ujarnya.

Pantaun Radar Lombok, pelaksanaan UN untuk hari pertama  di Lotim tidak ditemukan ada kendala. Salah satunya di SMAN 1 Selong. Disekolah ini,  sebanyak 305 siswa yang melaksanakan UNBK dari dua jurusan, yaitu IPS dan IPA.

‘’Pelaksanaan UNBK lancar, aman dan tertib dan terkendali. Belum ada gangguan. Kita unakan sebanyak empat ruangan,” kata Sekertaris Panitia UNBK SMAN 1 Selong, Syafruddin.

Sesuai jadwal, UNBK dilakukan dalam tiga sesi sehingga berakhir sampai sore.

Terpisah, Kepala SMA Birul Walidain NW, Rensing Kecamatan Sakra Barat, Muh Nizar mengatakan, pada hari pertama UNBK yang dilaksanakan di sekolahnya  berjalan lancar. Kondisi ini disebutnya berbeda dengan pelaksaan simulasi yang sempat terjadi pemadaman listrik.

“Pelaksanaan UNBK pada hari ini Alhamdulillah berjalan lancar. Untuk mengantisipasi listrik kita juga sudah menyiapkan genset,” terangnya.

Dalam pelaksanaan UNBK yang merupakan tahun pertama ini sekolah menggunakan satu ruangan yang disiapkan komputer sebanyak 25 unit. Jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 75 siswa sehingga sekolah menggunakan tiga sesi.

Bergeser di Kabupaten Lombok Utara, Bupati KLU, Najmul Akhyar didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, Muh. Najib memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Ia memantau di SMAN 1 Tanjung, Kecamatan Tanjung.

Dari hasil pantauan itu, pelaksanaan UN SMA sederajat di Lombok Utara berjalan lancar. “Kami ikut memantau juga pelaksanaan UN SMA, karena tidak ingin konsentrasi anak-anak terganggu dengan adanya listrik yang selalu padam,” terangnya.

Pihaknya juga sudah memanggil petugas PLN yang stand bye berupaya melakukan antisipasi pemadaman listrik dengan menyediakan genset. Para petugas ini diharapkan selalu siaga di lokasi UN agar persoalam pemadaman listrik bisa teratasi.

Katanya, kehadirannya dalam memantau UN bukan berarti mengintervensi kewenangan pemerintah provinsi. Lebih dari itu, Najmul ingin kehadirannya bisa memotivasi siswa yang sedang mengikuti UN.

“Saya menghilangkan sekat-sekat administrasi. Saya datang kesini untuk memantau anak-anak saya yang ada di Lombok Utara. Dan mereka harus mendapatkan perhatian yang sama dari kabupaten seperti SD/MI dan SMP/MTS sederajat,” ungkapnya.

Untuk siswa yang lulus tahun ini, ia berharap agar bisa terserap di lapangan kerja. Sementara yang berniat melanjutkan studi diharapkan bisa diserap oleh perguruan-perguruan tinggi yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tanjung, Drs Marijo menerangkan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 242. Pelaksanaan UNBK di sekolah ini merupakan yang kedua kalinya. Adapun mata pelajaran yang diujikan terdiri dari Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika dan program pilihan seperti IPA, IPS dan Bahasa. “Pelaksanaan UNBK akan berlangsung selama empat hari,” terangnya. (lie/cr-wan/flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid