Kawasan Wisata Senggigi Segera Dibuka

WISATA SENGGIGI: Kawasan wisata Senggigi aman dan sangat memungkinkan untuk dibuka kembali. (Fahmy/Radar Lombok)
WISATA SENGGIGI: Kawasan wisata Senggigi aman dan sangat memungkinkan untuk dibuka kembali. (Fahmy/Radar Lombok)
Advertisement

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sergera membuka kembali kawasan pariwisata Senggigi setelah sekian lama ditutup karena pandemi Covid-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat sudah melakukan analisa dan kajian untuk itu.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan H. Ahmad Taufiq Fatoni  menjelaskan, kawasan Senggigi sejatinya aman untuk dikunjungi oleh wisatawan, meskipun saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat terbanyak di wilayah Kecamatan Batulayar, namun untuk di kawasan Senggigi sejatinya aman, karena tidak ada kasus positif di kawasan wisata ini.”Kawasan Senggigi aman untuk dibuka, karena kasus positif di Kecamatan Batulayar berada di wilayah pedalaman, bukan di kawasan wisata,” kata Fatoni.

Jumlah kasus positif di wilayah Kecamatan Batulayar mencapai 30 kasus lebih, tetapi kasus tersebut terlokalisir di sejumlah desa yang jauh dari kawasan pariwisata, sedangkan untuk kasus positif yang di kawasan wisata belum ada kasus.”Jadi kawasan Senggigi masih memungkinkan untuk dibuka, dengan tetap melihat perkembangan kasus Covid-19 untuk beberapa minggu kedepannya,” jelasnya.

Ia mengapresiasi Dinas Pariwisata untuk berencana yang akan membuka kembali tempat wisata dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi ia menyarankan agar pemberlakukan protokol kesehatan di tempat wisata ini harus lebih ketat. Karena untuk menuju New Normal di Kabupaten Lombok Barat masih belum mendapatkan lampu hijau, dan Kabupaten Lombok Barat masih berada zona kuning.

Tetapi sebelum tempat wisata dibuka, Dinas Kesehatan meminta Dinas Pariwisata melakukan supervisi terhadap kesiapan hotel-hotel, tempat hiburan dan tempat wisata menerapkan protokol kesehatan. Kalau mau mengikuti protokol kesehatan, maka para pemilik hotel bisa menerima tamu untuk sementara 50 persen dulu dari jumlah kamar yang tersedia. Karena untuk penerbangan saja, hanya diberikan izin mengangkut 50 persen penumpang dari keseluruhan kursi pesawat yang dimiliki.”Tapi ini kan sifatnya bertahap, sambil melihat perkembangan kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H. Saiful Ahkam beserta jajarannya meninjau tiga objek wisata yang sedang bersiap dibuka menuju transisi kenormalan baru. Kawasan yang dikunjungi yaitu Pantai Cemara Lembar Selatan. Di sini Ahkam ditemui oleh Kepala Dusun Cemara dan pegiat pariwisata Cemara, Mus’ab. “Sekarang sepi. Kalaupun hari ini nampak ada pengunjung, mereka itu rombongan yang mau ziarah ke makam keramat,” ungkap Mus’ab.

Mus’ab menceritakan dirinya saat ini mengisi waktu dengan kembali melaut menangkap ikan. “Karena pariwisata sedang tutup, warga kembali ke profesi mereka yang lama,” tutur Mus’ab.

Destinasi baru yang juga ditinjau adalah Taman Mangrove Sekotong Tengah. Taman ini sudah ramai dikunjungi kendati pembukaan tempat wisata secara resmi belum dilakukan.Di spot wisata yang dibangun meggunakan APBDes itu tim Dinas Pariwisata menemukan banyak pengunjung. Tampaknya spot wisata dengan boardwalk kayu dan banyak ornamen kreatif ini banyak memancing minat pengunjung untuk berfoto-foto. Kata Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Sarapuddin, BUMDes yang mengelola tempat tersebut bisa meraup lebih dari sejuta rupiah setiap hari hanya dari bea masuk. “ Kami hanya mematok biaya masuk Rp 3000 yang dikelola BUMDes. Kalau lagi ramai, bisa lebih. Tempat ini juga ramai kalau malam hari oleh warga sekitar,” ungkap Sarapuddin.

Terkait dengan persiapan menuju kenormalan baru, Kepala Desa Sekotong Tengah mengaku siap dengan itu. Pemdes siapkan tempat cuci tangan dan sabun, bahkan jika pengunjung lupa bawa masker, sudah ada yang menjual di pintu masuk.(ami)