Kawasan Pusuk Sembalun Lombok Timur Longsor, Satu Tewas

Pusuk Sembalun Longsor Telan Satu Korban Jiwa
EVAKUASI: Suasana evakuasi korban yang meninggal dunia akibat bencana longsor yang terjadi di kawasan Pusuk Sembalun, Lotim, Rabu pagi kemarin (10/1). (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kawasan Pusuk Sembalun Lombok Timur longsor sekitar pukul 05.30 Wita, Rabu kemarin (10/1).

Longsor yang terjadi sekitar 200 meter setelah taman Pusuk ke arah Sembalun mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya cedera. Korban tengah melintas dengan menumpang mobil Avanza dengan nomor polisi B 1977 LD.

BACA JUGA :  Si Jago Merah Hanguskan Rumah Tukang Tambal Ban

Mereka tengah melintasi jalan yang tertutup longsor. Tiba-tiba longsor susulan terjadi dan menimpa kendaraan yang ditumpangi. Mursini alias Amaq Riki, 42 tahun, sopir kendaraan tersebut tewas. Sedangkan dua penumpang lainnya cedera.

Menurut salah satu saksi mata, H Juaeni Iskandar, warga Jorong Sembalun Bumbung mengatakan, saat itu dirinya dalam perjalanan menuju Bertais, Kota Mataram. Di sekitar TKP, dirinya bertemu dengan korban yang saat memarkirkan kendaraannya karena tidak bisa melintas akibat longsor. “Sempat saya berkelakar pada korban dan memintanya untuk menerbangkan mobilnya agar dapat melintasi longsoran,” katanya.

Sekitar tiga menit mereka berkomunikasi tiba-tiba longsor terjadi dan menimbun korban serta mobilnya. “Saya sempat liat korban berlari ke arah mobil mungkin mau menyelamatkan mobilnya,” ungkapnya.

Namun korban tertimbun longsor hingga menyebabkan korban meninggal di tempat. “Saat itu saya sempat menyaksikan tanah bergerak dan teriak memberitahukan korban agar menghindar. Saya lari ke arah timur hingga dapat terhindar,” ujarnya.

Juaeni memutar kendaraannya untuk memberitahukan warga agar mengevakuasi korban. Warga berbondong- bondong melakukan evakuasi terhadap korban.

Saksi lainnya, Amaq Rendi korban selamat mengaku mereka dari Bertais. Saat kejadian ia tertidur di dalam mobil karena masih pagi.

“Saat sampai di TKP kami dibangunkan oleh korban jika ada longsor. Karena tidak bisa melintas sehingga saya menyuruh korban untuk mundur dan saya masuk lagi ke mobil tidur,” paparnya.

Beberapa saat ia masuk mobil, tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh. Tanah lalu menimbun mobil yang ditumpanginya. Ia dan rekannya H Edi, terjebak di dalam mobil dan terhimpit akibat mobil tertimbun longsoran serta dihantam batu besar. Setelah berjuang, ia dan rekannya berhasil keluar dari mobil.’’ Saya sempat mendengar teriakan seseorang namun tidak begitu jelas karena disusul suara gemuruh,” kata H Edi.

BACA JUGA :  Gangguan Jiwa, Pria Asal Lombok Timur Ini Gantung Diri

Kapolsek Sembalun Iptu I Made Sutama saat ditemui di TKP mengimbau agar warga hendaknya berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut. Gunung Pusuk paska dikikis untuk pelebaran jalan sangat rawan longsor. “Warga saat melintas hendaknya hati-hati terutama kendaraan roda empat karena tanahnya sangat labil,” katanya.

Sementara itu warga Sembalun menuding terjadinya longsoran akibat pekerjaan proyek yang tidak sesuai. “Seharusnya dibuat semacam terasering atau jangan curam seperti ini. Kalau begini maka akan selalu longsor seperti ini,” kata salah satu warga setempat. (lal)