Kasus Utang Berpotensi Gerus Elektabilitas Ketua PKB NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc. (IST/NET)

MATARAM – Menyeruaknya kasus utang piutang antara Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani, berpotensi menggerus elektabilitas Lalu Hadrian Irfani.

Pasalnya, publik menilai bahwa Ketua PKB NTB itu tidak punya komitmen dalam membayar kewajiban utang tersebut. “Saya kira kasus utang piutang ini, bisa berdampak terhadap elektabilitas Ketua PKB NTB,” kata Pengamat Politik UIN Mataram Dr Kadri kepada Radar Lombok, Senin kemarin (1/8).

Tetapi untuk Zulkieflimansyah, ia menilai tidak akan berdampak terhadap elektabilitas menuju Pilkada 2024. Pasalnya, Zulkieflimansyah sebagai pihak yang dirugikan dengan sikap Ketua PKB NTB itu.

Baca Juga :  PKS Pinang Baiq Eva Jadi Bacaleg

Hanya saja saat ini kasus utang piutang itu sedikit demi sedikit mulai redup di publik, namun sangat terbuka kemungkinan akan dimunculkan lagi oleh pawan politik. Sehingga sangat mungkin, tidak hanya berdampak ke personal, tetapi juga terhadap elektabilitas PKB secara kepartaian.

Tetapi, dampak ke partai sendiri kecil kemungkinannya, karena elektabilitas PKB akan sangat ditentukan dari kinerja mesin politik, terutama para caleg. Namun jika kasus utang piutang itu dibesar-besarkan oleh lawan politik, bisa jadi mengganggu elektabilitas PKB.

Baca Juga :  85 Pendaftar Lulus Seleksi Administrasi Bawaslu NTB

Sementara itu, Pengamat Politik Unram Dr Saipul Hamdi menilai, sangat kecil kemungkinan kasus utang piutang itu akan bisa menghambat elektabilitas Zulkieflimansyah sebagai calon gubernur pada Pilkada NTB 2024. “Kasus ini tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas Dr Zul,” pungkasnya. (yan)