Kasus Positif Melandai, RS Darurat Covid-19 Ditutup

H Lalu Syafii, (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM–Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memutuskan menutup rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Tambora.

Keputusan menutup rumah sakit darurat ini setelah melihat perkembangan kasus Covid-19 yang terus melandai serta banyaknya pasien yang dinyatakan sembuh dalam beberapa hari belakangan ini. Rumah sakit darurat Wisma Tambora dibuka pada 23 Juli 2020 lalu untuk memenuhi kebutuhan perawatan pasien Covid-19. Rumah sakit ini dilengkapi dengan sarana dan prasana pendung. Diantaranya terdapat 62 tempat tidur.
“Ya sudah kita tutup (Rumah Sakit Darurat Covid-19) karena pasien nya sudah tidak ada, apalagi kasus sudah melandai yang cendurung menurun,”kata Asisten III Setda Provinsi NTB Hl Syafi’i di kantor Gebernur NTB, Senin (31/8/2020).

Tidak hanya rumah sakit darurat Wisma Tambora saja yang akan ditutup, tetapi rumah sakit darurat lainnya juga akan ditutup ketika kasus positif baru Covid-19 terus menurun. “Pokoknya pada saat sudah landai, kasus baru tidak ada semua akan kita ditutup. Apalagi ketika penurunan kasus yang cukup signifikan,”tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan beragam cara dengan pelibatan TNI/Polri dan elemen masyarakat lainnya. Dengan beragam upaya itu bisa dilihat hasilnya kasus yang sudah mulai cendrung menurun. “Hal itu berdampak terhadap penurunan kasus seperti kita saksikan sekarang,”sambungnya.

Tidak hanya itu, Kota Mataram sebagai daerah paling banyak kasus Covid-19 sedang mensosialisasikan diri menuju zona hijau penyebaran Covid-19. Tentu ini menjadi kado istimewa bagi Kota Mataram yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27. “Kalau kita lihat di antara kabupaten-kabupaten lain juga hampir tidak ada klaster baru. Jadi kasus baru positif yang terjadi saat ini adalah dampak kelalaian masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan yang sifatnya pribadi tidak dibawa klaster,”katanya.

Meski diakui juga, baru-baru ada klastar baru yang disebut klaster acara pernikahan. Hal itu terjadi karena kelalaian dalam penerapan protokol kesehatan. Namun bagi yang menjalankan protokol kesehatan tidak tertular. “Rata-rata penyelenggaran pernikahan itu sudah siap dengan protokol Covid-19,”klaimnya.

Dari data data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB pada Senin (31/8/2020) terdapat 28 pasien sembuh. Rinciannya dari Kota Mataram sembilan orang, Lombok Barat 9 orang,Lombok Timur lima orang, Sumbawa empat orang dan Kota Bima satu orang.

Pada hari yang sama juga terdapat 16 kasus positif baru. Rinciannya dari Kota Mataram enam orang, Lombok Barat tiga orang, Lombok Utara satu orang, Lombok Timur tiga orang, Sumbawa dua orang dan Bima satu orang. Terdapat juga tiga pasien meninggal dunia. Dua orang dari Sumbawa dan satu orang dari Kota Mataram.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menegaskan, kunci kesembuhan dari pasien-pasien yang terkonfirmasi Covid-19 adalah mengikuti semua standar isolasi mandiri yang ditetapkan. Karena itu, isolasi mandiri hanya dapat dilakukan atas dasar setelah mendapatkan izin dari dokter penanggung jawab. Artinya, bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak boleh memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri. Begitupun sebelum isolasi mandiri dilakukan, harus dapat melapor ke rumah sakit rujukan yang dituju. “Bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri tetap mendapatkan obat atau vitamin dari dokter penanggung jawab. Sehingga diharapkan keadaan pasien akan semakin membaik,” ungkapnya.

dr Eka sapaan akrabnya mengatakan, bahwa pasien yang melakukan isolasi mandiri merupakan tindakan lanjutan setelah rontgen dan sample darah diperiksa oleh dokter. Pemeriksaan ini yang menjadi dasar bagi dokter penanggung jawab untuk mengambil keputusan apakah diizinkan untuk isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit rujukan maupun rumah sakit darurat yang tersedia. “Ini merupakan upaya memutus mata rantai penyebarannya dan mencegah pasien Covid-19 tidak jatuh dalam keadaan yang semakin berat yang berakhir pada kematian,”katanya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaSelly-Manan Luncurkan Program “RANTANG SALAM”
Berita berikutnyaMentan Puji Kiprah Gubernur Jadi Trending Topik di Medsos dan Media Online