Kasus Positif Covid-19 di NTB Tembus 7.569

Data Covid-19 Provinsi NTB tanggal 30 Januari 2021

MATARAM–Jumlah kasus positif Covid-19 di NTB terus bertambah. Total kasus sudah memcapai sebanyak 7.569.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB terdapat tambahan 96 sampel kasus baru positif Covid-19 pada Sabtu (30/1/2021). Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 198 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Bima, dan Laboratorium TCM RSUD Bima. Hasilnya 86 sampel negatif, 16 sampel positif ulangan dan 96 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut berasal dari Kota Bima dengan 26 kasus, Kota Mataram dengan 16 kasus, Lombok Tengah dengan 15 kasus dan Lombok Barat dengan 13 kasus. Lalu, Lombok Utara dengan tujuh kasus, warga dengan KTP luar NTB ada enam kasus, Lombok Timur lima kasus, Sumbawa empat kasus, Sumbawa Barat tiga kasus dan Kabupaten Bima satu kasus.

Pada hari yang sama terdapat 43 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19. Rinciannya, dari Sumbawa 21 orang, Lombok Timur ada sembilan orang, Kota Mataram lima orang, Lombok Barat lima orang, Kabupaten Bima dua orang dan Kota Bima serta Sumbawa Barat masing-masing satu orang.

Terdapat juga penambahan empat kasus kematian baru. Keempatnya yakni pasien nomor 6774 atas nama A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan
Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki riwayat penyakit komorbid dan dilakukan
tatalaksana Covid-19. Pasien nomor 7527 atas nama M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat komorbid. Pasien nomor 7538 atas nama M, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid. Terakhir, pasien nomor 7569 atas nama M, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

”Dengan adanya tambahan 96 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 43 tambahan sembuh baru, dan empat kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (30/01/2021) sebanyak 7.569 orang, dengan perincian 5.828 orang sudah sembuh, 333 meninggal dunia, serta 1.408 orang masih positif,” kata Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya Sabtu malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 15.025 orang dengan perincian 325 orang (2,4%) masih dalam isolasi, 94 orang (0,6%) masih berstatus probable, 14.606 orang (97%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 51.065 orang, terdiri dari 3.086 orang (5,9%) masih dalam karantina dan
47.979 orang (94,1%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 109.680 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 504 orang (0,6%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 109.176 orang (99,4%).

Gita mengimbau dengan semakin banyaknya kasus positif Covid-19 pada kelompok usia bayi, balita dan anak-anak, diharapkan orang tua harus lebih waspada terhadap penularan Covid-19 karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit. Perhatikan kesehatan anak serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

”Terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti imbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Terima kasih juga kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya. Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” imbaunya. (rl)