Kasus Positif Covid-19 di NTB Kembali Melonjak

Data Perkembangan Kasus Covid-19 di NTB tanggal 19 Mei 2020
Data Perkembangan Kasus Covid-19 di NTB tanggal 19 Mei 2020

MATARAM – Meski sebelumnya laju penurunan kasus terjadi selama sepekan terakhir jika dibandingkan dengan tambahan pasien sembuh,  kasus positif Covid-19 kembali meningkat.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mengumumkan tambahan kasus baru Covid-19 tanggal 19 Mei 2020 sebanyak 18 orang dan tambahan pasien sembuh delapan orang. Hingga saat ini total kasus positif Covid-19 jadi 392 orang dan sembuh menjadi 244 orang. Sekretaris Daerah selaku ketua pelaksana harian gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, setelah dilakukan periksaan di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 230 sampel dengan hasil 194 sampel negatif, 18 sampel positif ulangan dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19. “Dengan adanya tambahan 18 orang kasus baru terkonfirmasi positif, delapan orang tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru.  Maka jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai Selasa (19/5) sebanyak 392 orang, dengan perincian 244 orang sudah sembuh, tujuh orang meninggal dunia, serta 141 orang masih positif dan dalam keadaan baik,”ujarnya melalui press release yang diterima radarlombok.co.id, Selasa malam (19/5/2020).

 Penambahan kasus baru positif tersebut, berasal dari Kota Mataram enam orang, Lombok Barat enam orang, Lombok Timur dua orang, Lombok Utara satu orang dan Kabupaten Sumbawa Barat tiga orang. Mereka adalah, pasien nomor 375 atas nama M, laki-laki usia 66 tahun penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

 Disusul, pasien nomor 376 atas nama S, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 358. Saat ini menjalani karantina terpusat Kota Mataram dengan kondisi baik. Pasien nomor 377 atas nama MB, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 181. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 378, atas nama  IA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 379, atas nama A, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Kemudian, pasien nomor 380, atas nama AM, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik. Pasien nomor 381, atas nama  S, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 382, atas nama  MR, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik. Pasien nomor 383 atas nama D, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 384, atas nama I, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Beru Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik. Pasien nomor 385, atas nama S, laki-laki, usia 44 tahun, Desa Beru Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Pasien nomor 386, atas nama  M, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Beru Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik. Selanjutnya, pasien nomor 387, atas nama  K, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik.

 Pasien nomor 388, atas nama  MS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik. Pasien nomor 389, atas nama N, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 390, atas nama EI, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik. Pasien nomor 391, atas nama DWY, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik. Pasien nomor 392, atas nama DEH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Dengan adanya penambahan kasus positif baru, menjadi peringatan bagi semua masyarakat agar tetap waspada dan tidak boleh lengah dan tetap mengikuti imbauan dari pemerintah. “Penting bagi kita semua bahwa kita tidak boleh lengah. Sebab pasien positif baru masih terus terjadi, terlebih pada daerah dengan status trasmisi lokal. Dengan adanya tambahan positif baru ini, menunjukkan bahwa daerah kita belum bebas dari penularan Covid-19,”terangnya.

Sementara, tambahan pasien sembuh jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya dimana pasien sembuh lebih banyak dibandingkan tambahan kasus baru positif Covid-19 tersebut. “Hari ini terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif,”ungkapnya.

Disebutkan delapan orang pasien sembuh berasal dari Kota Mataram, dua orang Lombok Barat, tiga orang Lombok Tengah dua orang dan satu orang dari Kabupaten Sumbawa. Mereka adalah, pasien nomor 50, atas nama  BSD, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien nomor 51, atas nama LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 101, atas nama  KM, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

 Selanjutnya, pasien nomor 117, atas nama HAG, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 257, atas nama AA, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien nomor 287, atas nama SIN, perempuan usia 59 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 289, atas nama MYS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 292, atas nama W, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. “Hari ini kita bersyukur jumlah sembuh baru masih menjadi trend baik penanganan Covid-19 di NTB,”ucapnya.

Ia juga menjelaskan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 896 orang dengan perincian 383 orang (43%) PDP masih dalam pengawasan, 513 orang (57%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.399 orang, terdiri dari 229 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.170 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 5.074 orang, terdiri dari 1.964 orang (39%) masih dalam pemantauan dan 3.110 orang (61%) selesai pemantauan. “Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 57.907 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.846 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 54.061 orang (93%),”jelasnya. (sal)