Kasus Positif Corona Meningkat, Sinyal Percepat Penuntasan

dr Hamsu Kadriyan
dr Hamsu Kadriyan

MATARAM–Peningkatan pasien positif corona di NTB  mendapat tanggapan positif dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr Hamsu Kadriyan.

 Dia mengaku, peningkatan kasus positif corona ini menjadi sinyal untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Karena Covid-19 seperti fenomena gunung es. Di mana yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil dari kasus yang belum diketahui di bawah. “Kalau kita tahu yang di bawah gunung es ini lebih banyak, maka kita akan bisa melakukan intervensi terukur. Sehingga kita bisa melakukan isolasi pasien yang positif tadi agar tidak menjangkiti orang lain” kata Hamsu.

Ia menjelaskan, jika orang tidak tahu dirinya terinfeksi dan menularkannya ke orang lain yang tidak tahu, hal ini justru akan berdampak buruk bagi upaya memutus mata rantai penularan virus. “Dengan kita mengetahui yang terkonfirmasi positif ini, maka kita punya peluang untuk melakukan treatmen yang lebih bagus,” ujarnya.

Data orang berisiko dimiliki pemda, mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan beberapa istilah lainnya. Pemda sudah berhasil melacak orang-orang yang rentan ini dan sudah melakukan screening, termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa. “Kita sudah melakukan identifikasi dan sudah mendapatkan hasil sementara melalui screening tadi. Dari screening ini kita tahu jumlah orang yang reaktif. Dari yang reaktif ini akan dilanjutkan dengan swab yang merupakan metode standar,” lanjutnya.

Dengan demikian, kata Hamsu, masyarakat diharapkan tidak terlalu panik dengan angka-angka positif yang cenderung meningkat ini. Karena ini berarti pemda telah mampu mengungkap kasus ini lebih dalam.

Kapan puncak Covid-19 kira-kira akan berakhir? Menurutnya, Fakultas Kedokteran Unram dan tim ahli sudah melakukan perkiraan atau simulasi dengan metode penyakit menular SIR (suceptible, infected, recovery). “Kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat, maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus. Namun jika kita bisa mencegah secara bersama-sama, maka kita akan bisa mempercepatnya, dua bulan misalnya atau pada saat lebaran nanti kita sudah bebas dari virus ini,’’ pungkasnya. (sal/zwr)