Kasus PMK Bertambah, Aktivitas Jual Beli Sapi Dihentikan

SAPI : Jumlah sapiterpapar PMK di Lombok Barat semakin banyak. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak semakin bertambah meskipun Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sudah berusaha melakukan berbagai cara, diantaranya menutup pasar hewan. Dinas meminta peternak jangan menjual sapi dulu, apalagi dengan harga murah. Aktivitas jual beli ternak justru semakin menambah jumlah kasus. “ Peternak jangan beli sapi dari luar, jangan juga menjual sapi,” kata kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, H. Lalu Winengan kemarin (3/5).

Karena sapi yang dibeli dari luar kemungkinan terpapar penyakit PMK. Seperti kasus yang ditemukan di Kecamatan Sekotong tepatnya di Dusun Telage Lebur. Ada peternak yang membeli sapi dengan harga murah. Sapi tersebut membawa penyakit. Akibatnya sekarang semua sapi yang ada di kandang warga tertular. “Kasus yang di Sekotong seperti ini peternak beli sapi harga murah, sapinya yang membawa penyakit. Akibatnya semua sapi kena penyakit,” jelasnya.

BACA JUGA :  Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD Segera Dibuka

Dinas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan jual beli sapi dulu untuk sementara waktu. Peternak yang memiliki sapi sakit, diingatkan tidak menjual sapi.”Yang punya sapi jangan juga jual, karena harganya pasti murah, kalau sakit kita obati jangan dijual,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Kantor Desa Gunung Sari Dieksekusi, Warga Tuntut Ahli Waris Sumpah Pocong

Winengan mengatakan, pihaknya masih terus berusaha untuk memberikan bantuan obat kepada para peternak, dan petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat. “Kita terus berusaha untuk memberikan pengobatan,” paparnya.

Di Dusun Telage Lebur, Dinas Pertanian kembali menemukan 170-an ekor sapi milik peternak terjangkit PMK. Sehingga total jumlah ternak yang terjangkit mencapai dua ribuan ekor. “Di Telaga Lebur, ada 170 yang kita temukan,” paparnya.

Jumlah ternak sapi yang terjangkit  PMK semakin banyak. Sapi yang sakit langsung ditangani oleh tim dokter agar tidak menular ke ternak yang lain.(ami)