Kasus Pembakaran Mobil Dinas Dirut Selvi, Polisi Masih Selidiki

Kasus Pembakaran Mobil Dinas Direktur Selaparang Televisi

AKP. Daniel Partogi Simagunsong (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Polres Lombok Timur masih bekerja keras mengungkap kasus pembakaran mobil dinas dan motor pribadi milik Direktur Selaparang TV, Saparudin Aldi, yang terjadi beberapa waktu lalu. Aparat masih kesulitan mengungkap motif dan siapa pelakunya. Terlebih lagi  kejadian pembakaran berlangsung tengah malam dan tidak ada satu pun orang mengetahui secara persis kejadian itu.

Proses penanganan kasus ini polisi masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan mengumpulkan barang bukti. Sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Termasuk juga korban  Saparuddin Aldi selaku korban.” Kita tentu harus berhati-hati dalam penanganan kasus. Kita tidak ingin sambar sana sambar sini supaya janga sampai blunder. Kita harus lakukan penyelidikan dengan benar supaya tepat sasaran,” kata Kasatreskrim Polres Lotim AKP Daniel Partogi Simagunsong kemarin.

Dari hasil penyelidikan sementara, ketika diperksa korban sempat menunjukkan SMS dari salah satu oknum yang menurut yang bersangkutan ada keterkaitan dengan kasus pembakaran mobil dinas dan motornya itu. Isi SMS oknum yang dirahasiakan  identitasnya itu ialah meminta korban jangan merusak sistem. SMS  yang ditujukan ke korban itu berkaitan dengan pengadaan bantuan BPNT yang ada di desa itu. Terlebih lagi istri korban ini adalah agen bantuan BPNT.” Namun SMS oknum itu untuk sementara tidak bisa langsung kita simpulkan apakah ada keterlibatan dengan kasus pembakaran itu. Pastinya kalau korban memang kenal oknum itu, tentu akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Sejauh ini lanjut dia, ada sekitar tujuh saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Termasuk juga montir yang memperbaiki mobil korban. Selain itu pihaknya juga telah melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian untuk menyinkronkan keterangan dari korban. Dari hasil pra  rekontruksi itu, ketika kejadian korban saat belum tertidur dan sedang main HP di kamar. Seketika korban mendengar suara orang melompat, dan yang bersangkutan langsung bergegas keluar dari kamar kemudian melihat kondisi di luar dari jendela.” Baru kemudian korban melihat ada suara motor ngebut. Setelah itu baru didengar ada suara ledakan. Berikutnya dia ke belakang rumah tempat mobil dan motor di parkir. Dia melihat motor sudah hangus terbakar sedangkan mobil yang terbakar bagian depannya,” jelas Daniel.

Menurut pengakuan korban, pelaku pembakaran kemungkinan masuk dari samping rumah melewati tembok. Karena gerbang pintu masuk ke halaman rumah dalam kondisi tertutup.”Sudah beberapa kali rekonstruksi bahkan sampai kita masuk ke dalam rumah,” terang Daniel.

Tapi dari hasil pra rekonstruksi memang ada beberapa hal yang membuat aparat belum bisa menentukan seperti pelaku membakar Randis dan motor. Apakah yang bersangkutan membawa langsung bahan bakar ataukah menggunakan bahan yang ada di kendaraan tersebut. Hal lain yang masih perlu didalami juga ialah karena ketika kebakaran kondisi cap depan mobil posisinya terbuka.” Menurut kami titik api ada dua. Di depan mobil dan di motor. Artinya kebakaran itu bukan disebabkan karena rembetan. Sekarang kita perlu gali lebih dalam,” tutup Daniel. (lie)