Kasus Kematian Mahasiswi Unram, Polisi Periksa Belasan Saksi

AKP Kadek Adi Budi Astawa (Dery Harjan/Radarlombok)

MATARAM- Kematian Linda Novitasari, 23 tahun, mahasiswi pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) hingga kini masih menjadi teka-teki.
Meski meninggalnya ditemukan dalam keadaan gantung diri tetapi pihak keluarga korban belum meyakini itu kasus bunuh diri. Asumsi keluarga korban tentu bukan tanpa sebab. Asumsi tersebut muncul dari adanya beberapa kejanggalan yang ditemukan. Beberapa diantara adalah bekas luka di beberapa bagian tubuh korban yang diyakini bukan diakibatkan oleh gantung diri. Untuk mengetahui kepastian penyebab meninggalnya korban, polisi pun terus melakukan penyelidikan. Dalam kasus tersebut sejumlah saksi telah diperiksa oleh pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan sejauh ini pihaknya telah memeriksa sekitar 14 orang sebagai saksi. Mereka terdiri dari keluarga, teman, hingga kekasih dari korban. “Terakhir kemarin adalah teman yang paling sering bersama korban dengan inisial TT,”ungkap Kadek Adi, Selasa (4/8).
Selain memeriksa saksi, pihaknya juga memeriksa sejumlah alat bukti, salah satu rekaman kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi. “Itu semua kita periksa juga,”paparnya.
Meski begitu, Kadek Adi mengaku sampai saat ini belum mendapatkan petunjuk yang bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Untuk itu saat ini pihaknya tengah menunggu hasil otopsi yang dilakukan Biddokkes Polda NTB bersama Tim Forensik Universitas Mataram pada Senin (3/8). Terkait kapan hasilnya keluar, Kadek Adi mengaku belum bisa memastikannya.”Kita tidak tahu kapan keluarnya. Kita menunggu saja,”ucapnya.
Di lain sisi pihak keluarga korban melalui penasihat hukumnya Yan Mangandar terus berharap kasus ini bisa segera diungkap polisi. Jika penanganannya di Polsek ataupun di Polresta Mataram tidak mengalami perkembangan yang signifikan, ia berharap kasusnya dilimpahkan ke Polda NTB. “Kami memohon agar kasus ini segera dilimpahkan ke Polda NTB sebagaimana permohonan kami pada 27 Juli 2020 kemarin,”pintanya.
Korban Linda Novitasari sendiri ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di BTN Royal Mataram Lingkungan Angsor, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu. TKP sendiri merupakan rumah kekasih korban inisial RI. Mayat korban pertama kali ditemukan rekannya bernama Nuraniah.
Saat itu Nuraniah berniat mencari korban karena sudah beberapa hari tidak bertemu. Ia kemudian mencarinya ke tempat mereka biasa bertemu. Begitu sampai di lokasi, Nuraniah menemukan sepeda motor korban. Cukup lama memanggil korban, Nuraniah langsung mengecek korban ke dalam rumah. Begitu masuk, ia dikejutkan dengan kondisi korban dalam keadaan tergantung di ventilasi.
Nuraniah pun berlarian memberitahukan warga sekitar. Tak berselang lama, kepolisian datang untuk mengevakuasi korban ke RSB Mataram. (der)