Kasus Gizi Buruk Harus Jadi Perhatian

GIZI BURU : LPA Kota Mataram saat mendampingi pengobatan Salsabila Khairunnisa, anak penderita gizi buruk.

MATARAM– Di Lingkungan Kamasan Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang, terdapat Balita yang mengalami gizi buruk yang harus mendapat perhatian pemerintah. Ia adalah Salsabila Khairunnisa, 2 tahun. Sejak lahir anak ini divonis oleh dokter menderita kelainan jantung yang menyebabkannya tidak bisa normal menyerap gizi dari makanan.

Salsabila punya orang tua yang bekerja sebagai buruh di Sumbawa. Salsabila didampingi oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram untuk mendapatkan pendampingan dan pemulihan gizi.

Hal ini disampaikan pembina LPA Kota Mataram Nyayu Ernawati kemarin. LPA pertama kali mengetahui kondisi Salsabila pada bulan Junilalu. Sejak itu anak ini dirawat di Rumah Pemulihan Gizi (RPG) Ampenan namun hasilnya kurang maksimal. Sementara untuk bisa mendapatkan fasilitas pemeriksaan di Puskesmas atau rumah sakit, orang tuanya, Sabarudin dan Suhaeriah, tidak bisa membayar biaya perawatan karena kondisi ekonomi yang lemah.” Sejak puasa kami melakukan pendampingan,” terangnya kepada Radar Lombok kemarin(2/9)

Setiap hari Sabarudin bekerja di Sumbawa. Sementara Suhaeriah diam di Kamasan. Kartu BPJS yang dimiliki atas nama Salsabila beralamatkan Unter Uwes Sumbawa. Akibatnya kartu BPJS tersebut tidak bisa digunakan di Mataram. LPA kini sedang membantu pengurusan BPJS agar bisa manfaatkan di Mataram.

Kartu BPJS yang dimiliki Sabila adalah kartu BPJS Mandiri. Meskipun memiliki kartu BPJS, orang tuanya tidak pernah membayar iuran karena penghasilan yang pas-pasan.

Karena itu kata Nyayu, LPA melakukan pendampingan agar anak ini bisa mendapat perawatan maksimal.

Saat ini kondisi Salsabila memprihatinkan. Di usianya yang ke 2 berat badannya hanya 3,9 kilogram. Selama pendampingan kondisinya tidak juga beranjak baik sehingga akan dirujuk ke RSUD Kota Mataram.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut