Kasus Dugaan Pelecehan Terhadap Mahasiswi Dihentikan

BERJALAN: Terlapor FA (kanan) dan penasihat hukumnya (kiri) berjalan menuju ruang penyidik Ditreskrimum Polda NTB, setelah istirahat menunaikan salat Asar. (DOK RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menghentikan kasus dugaan pelecehan terhadap mahasiswi di Kota Mataram, yang diduga dilakukan oleh oknum dosen gadungan berinisial FA (65). “Iya, kasus tersebut dihentikan penyelidikannya,” sebut Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Rabu (7/12).

Keputusan dihentikannya penyelidikan kasus tersebut, setelah penyidik melakukan gelar perkara bersama Biro Konsultan dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram. “Hasilnya, kasus tersebut dihentikan. Penghentian itu juga adanya permintaan dari korban untuk tidak melanjutkan kasus itu,” katanya.

Terpisah, Ketua BKBH Unram Joko Jumadi tidak memungkiri bahwa kasus tersebut memang sudah dihentikan oleh penyidik. Namun, penghentian penyelidikan kasus tersebut bukan karena adanya kesepakatan bersama antar pihak.

Dari hasil gelar perkara kata Joko, kasusnya dilanjutkan ke tahap penyidikan. Akan tetapi, korban mencabut laporan sehingga penyidik menghentikan. “Dari hasil gelar perkara, kasus tersebut dilanjutkan. Kemudian setelah dua minggu, alasannya kita tidak bisa membujuk korban untuk tidak mencabut laporan, mereka (penyidik, red) menghentikan itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dewan Minta Dana BOS Diaudit Investigasi

Joko sangat menyayangkan dihentikannya kasus ini. Ia menilai bahwa laporan tersebut bukan delik aduan. Sehingga tidak bisa dihentikan. “Laporan itu tidak pernah bisa dicabut, berbeda dengan pengaduan,” katanya.

Sekarang ini pihaknya sedang mempelajari soal penghentian itu, apakah kemudian hari akan mengambil langkah hukum lain atau tidak. “Tapi ini masih kami pertimbangkan ya,” ujarnya.

Kasus dugaan pemerkosaan ini mencuat, setelah para mahasiswi yang menjadi korban mengadu ke BKBH Unram dan melaporkannya ke Polda NTB Maret lalu. Dalam laporan tersebut, dicantumkan pasal tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun pihak kepolisian kesulitan memenuhi unsur pidana TPPO dalam kasus tersebut. Sehingga, korban yang didampingi BKBH Unram melayangkan laporan untuk kedua kalinya terkait tindak pidana pemerkosaan dengan kondisi korban tidak berdaya, sebagaimana diatur dalam Pasal 286 KUHP.

Baca Juga :  Lalu Mesir: Tak Ada Figur Sekomplet Sukiman Azmy

Dari sepuluh korban yang mengadu ke BKBH, lima di antaranya sudah disetubuhi oleh terduga. Bagi korban yang sudah disetubuhi ini, terduga pelaku sudah melakukannya hingga empat kali ke salah satu korban.

Aksi yang dilakukan terduga mulai dari Oktober 2021 hingga Maret 2022. Dalam menjalankan aksinya, ada dugaan unsur-unsur hipnotis dan sejenisnya yang digunakan terduga. Sehingga bisa mengarahkan korban dan mau menuruti permintaan. (cr-sid)

Komentar Anda