Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Ambruk Jalan Ditempat

AKP Antonius Faebuadodo (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan jembatan ambruk Pancor – Sekarteja tahap pertama yang telah menewaskan sejumlah pekerjanya, hingga kini masih berjalan ditempat. Sejauh ini belum ada progresnya, sejak kasus ini dibidik Polres Lotim.

Lambannya penanganan, karena terkendala sejumlah masalah. Salah satunya adalah hasil uji laboratorium dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) yang tak kunjung turun. Tim ITS sendiri telah turun melakukan cek fisik ke jembatan itu sekitar beberapa  bulan lalu. Bahkan mereka menjanjikan 10 hari setelah turun ke lapangan. Hasilnya diperkirakan sudah bisa diserahkan ke penyelidik Polres Lotim.

“Kita sudah menghubungi ITS. Tapi belum ada jawaban,” terang Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Antonius Faebuadodo, Selasa kemarin (21/2).

[postingan number=3 tag=”korupsi”]

Mereka belum mengetahui secara pasti kapan hasil dari ITS itu bisa diterima. Meski dijanjikan 10 hari, namun disadari ITS tidak hanya menangani masalah ini saja. Melainkan banyak hal sama juga yang mereka harus selsaikan di seluruh Indonesia. “Mereka kan tangani seluruh Indonesia. Dan juga kita tidak tau kerja mereka seperti apa. Yang kita tau hanya hasilnya,” terang dia.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Ampenan Diprotes

Untuk sementara penanganan kasus dugaan korupsi jembatan itu belum ada perkembangan yang signifikan. Karena masih belum dilakukan pemeriksaan saksi lanjutan. Seperti apa tindak lanjut penangan kasus ini kedepan lanjut Antonius,  semua itu akan ditentukan berdasarkan hasi uji lab.

Jika hasil uji lab ITS menemukan adanya dugaan penyimpangan, maka prosesnya akan ditingkatkan ke penyidikan. Sebaliknya jika tidak ada temuan, kemungkinan penanganannya akan dihentikan. “Sementara ini kita belum bisa buktikan, karena ini kan masih penyelidikan. Beda kalau sudah penyidikan,” tutup dia.

Baca Juga :  Tersangka Bantah Paksa Orangtua Siswa

Robohnya jembatan penghubung Sekarteja, diduga karena spek pengerjaan pancang tiang di tahap pertama diduga bermasalah. Dari sini polisi masuk untuk melakukan pengusutan lebih jauh. Sejak mulai diusut, sejumlah pihak terkait telah dipanggil untuk diklarifikasi. Baik itu kontraktor yang mengerjakan, termasuk Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim, yang menghandel proyek ini.

Kendala hasil dari ITS yang tak kunjung turun, juga berimbas terhadap kelanjutan pengerjaan jembatan itu. Paska terjadi tragedi maut beberapa waktu lalu. Pemkab Lotim yaitu dinas  terkait memastikan akan melanjutkan pengerjaannya. Namun kepastian kapan akan mulai dikerjakan, Dinas PUPR saat ini masih menunggu rekomendasi dari kepolisian. (lie)