Kasus Dugaan Eksploitasi Anak pada Pacuan Kuda Dihentikan

Kombes Pol Artanto (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda NTB resmi memberhentikan penyelidikan terhadap kasus dugaan eksploitasi anak pada event pacuan kuda Penyaring Sumbawa 2022 (side event MXGP).

Di mana dalam hal ini, penunggang kuda atau joki adalah usia anak, sehingga dipermasalahkan oleh pelapor. “Iya, perkara itu dihentikan penyelidikannya,” ucap Kabid Humas Kombes Pol Artanto kepada Radar Lombok, Minggu (18/12).

Kasus dugaan eksploitasi anak ini, dilaporkan oleh Koalisi Stop Joki Anak pada 26 Juni 2022 lalu. Yang dilaporkan adalah Ketua BPPD NTB Ari Garmono waktu itu selaku penyelenggara. Namun, berdasarkan hasil gelar perkara, kasus tersebut tidak memenuhi unsur untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Itu bukan tindak pidana,” katanya.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Asrama Haji Divonis Bebas, Jaksa Ajukan Kasasi

Penyidik menyimpulkan bahwa, laporan tersebut tidak masuk dalam kategori tindak pidana. Hal itu diperkuat dari hasil penyelidikan dan keterangan yang diambil dari berbagai ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. “Dari hasil penyelidikan, keterangan berbagai ahli (UGM Yogyakarta) dan hasil gelar perkara, disimpulkan perkara itu bukan tindak pidana,” ungkapnya.

Artanto tidak mengetahui secara pasti kapan kasus tersebut diberhentikan penyelidikannya. Begitu juga apakah penyidik sudah memberitahukan soal pemberhentian penyelidikan tersebut kepada Koalisi Stop Joki Anak, selaku pelapor. “Saya kurang tahu, namun bila sudah gelar perkara pasti segera diinfokan ke pelapor,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejumlah Anggota DPRD Lobar Diperiksa

Yan Mangandar, selaku pelapor yang mewakili Koalisi Stop Joki Anak, membenarkan perihal pemberhentian penyelidikan atas laporannya tersebut. Bahkan, pihaknya pun sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dari kepolisian. “SP2HP-nya sudah saya terima, isinya laporan saya tidak ditemukan peristiwa pidana,” jawabnya.

Untuk itu ia berencana menempuh jalur praperadilan. “Opsi praperadilan ada, untuk lengkapnya nanti saya jelaskan,” pungkasnya singkat. (cr-sid)

Komentar Anda