Kasus Baru Positif Covid-19 di NTB Naik

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 14 September 2020.
UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 14 September 2020.

MATARAM-Kasus baru positif Covid-19 di NTB kembali merangkak naik. Pada Senin (14/9) jumlah kasus baru positif lebih banyak dibadingkan pasien sembuh. Data yang dikeluarkan Gugus Tugas Provinsi NTB, tercatat 20 orang kasus baru positif, satu orang meninggal. Sementara pasien sembuh hanya sembilan orang. Bertambahnya kasus baru positif tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan 119 sampel pada tanggal 14 September 2020 di laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, laboratorium PCR RSUD dr R. Soedjono Selong, dan laboratorium PCR RSUD Kota Mataram. Hasilnya 88 sampel negatif, 11 sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19. Rinciannya dari Mataram dua orang, Lombok Barat empat orang, Lombok Tengah satu orang, Lombok Timur tujuh orang, Sumbawa dua orang dan empat dari Kota Bima.

Sedangkan tambahan kasus baru meninggal dunia merupakan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari lalu yakni pasien nomor 2905 atas nama R, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sekotong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Pada hari yang sama juga, terdapat tambahan sembilan pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif. Dari, Mataram satu orang, Lombok Timur tiga orang, Sumbawa Barat satu orang, Sumbawa tiga orang dan satu orang pasien sembuh dari luar Provinsi NTB. “Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, sembilan tambahan sembuh baru dan satu kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (14/9/2020) sebanyak 2.979 orang, dengan perincian 2.355 orang sudah sembuh, 174 meninggal dunia, serta 450 orang masih positif,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi pada Senin malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 11.221 orang dengan perincian 402 orang (4%) masih dalam isolasi, 130 orang (1%) masih berstatus probable, 10.689 orang (95%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 22.130 orang, terdiri dari 1.434 orang (6%) masih dalam karantina dan 20.696 orang (94%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 75.526 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.001 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 74.525 orang (99%).
Disamping itu juga, disampaikan permakluman bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap jumlah kasus baru positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 13 September 2020 yakni sebanyak 22 orang terkonfirmasi positif sebenarnya adalah 21 kasus baru positif Covid-19. Bahwa pasien nomor 2939 atas nama DR, laki-laki, usia 22 tahun, yang diumumkan tanggal 13 September 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 2879 yang diumumkan tanggal 8 September 2020. Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 2939 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru pada hari Senin yakni pasien nomor 2939, an. INR, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda juga kembali mengingatkan bahwa operasi yustisi penegakan Perda Provinsi NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang pencegahan penyakit menular, dengan menerapkan sanksi denda bagi warga yang tidak menggunakan masker ditempat umum mulai dilakukan Senin secara serentak di seluruh NTB. Razia dilakukan di tempat-tempat keramaian dan area publik termasuk di lingkungan kantor / instansi pemerintah, tidak terkecuali di sejumlah sekolah yang sebagian siswanya sudah mulai aktif masuk sekolah. Penerapan sanksi denda tersebut bukan menjadi orientasi Pemprov NTB, melainkan semata-mata demi keselamatan bersama. “Sebaliknya sanksi denda ini diharapkan dapat merubah kebiasaan masyarakat agar bisa beradaptasi dengan tatanan hidup normal baru, sehingga tetap dapat beraktivitas secara produktif dan aman ditengah Pandemi Covid-19,”ujarnya.

Pada hari pertama perberlakuan sanksi denda berdasarkan data yang dihimpun Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, tim di lapangan telah melakukan tindakan terhadap 120 orang pelanggar. Sebanyak 68 orang pelanggar dari Kota Mataram dan Lombok Barat. Dengan rincian sebagai berikut, 58 orang dari masyarakat umum, 8 orang dari kalangan pelajar dan 2 orang dari ASN. Diantaranya 39 orang yang didenda berupa uang, sementara terdapat 29 orang sisanya dikenai sanksi sosial.

Sementara penegakan Perda di Kabupaten Lombok Utara, terdapat 24 masyarakat yang tidak memakai masker saat dilakukan penertiban. Tujuh diantaranya dikenai denda uang, sementara 17 orang lainnya dikenai sanksi sosial. Kemudian penegakan Perda di Kabupaten Lombok Timur, lanjutnya, terdapat 28 orang yang terjaring melanggar. Sebanyak 14 orang dikenai denda uang dan 14 lainnya dikenai sanksi sosial. Selanjutnya penegakan perda di Kabupaten Bima sebanyak 4 orang pelanggar. Hanya data dari kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yang masih ditunggu laporang langkapnya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaHari Pertama, Banyak Warga Terjaring Razia
Berita berikutnyaTidak Terapkan Protokol Covid-19 Sekolah Kena Denda