Kasus Baiq Nuril, Aktivis Jakarta Bantu Ajukan Amnesti ke Presiden

Tim Hukum Siapkan Berkas PK

Baiq Nuril Maknun
Baiq Nuril Maknun

MATARAM – Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghukum terpidana Baiq Nuril Maknun dalam perkara pelanggaran Undang-undang nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 6 bulan hukuman penjara serta denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan penjara mendapat protes banyak pihak. Hukuman ini dianggap sangat berat, apalagi Nuril hanya seorang guru honor. Donasi sebagai bentuk simpati kepada Nuril terus mengalir. Beberapa pihak juga akan menempuh upaya hukum untuk membantu Nuril.

BACA : Baiq Nuril Divonis Enam Bulan Penjara

Ketua tim penasehat hukum Baiq Nuril Maknun, Joko Jumadi, mengatakan, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Jakarta akan membantu Nuril. Bantuan itu lebih kepada upaya hukum. ICJR akan meminta pengampunan (amnesti) kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.  Sesuai dengan aturan, Presiden berhak dan mempunyai wewenang mengembalikan status tak bersalah kepada seseorang yang sudah dinyatakan bersalah secara hukum sebelumnya. “ Itu teman-teman dari ICJR Jakarta yang akan meminta Presiden memberikan amnesti,” ungkapnya di Mataram, Kamis (15/11).

Amnesti biasanya diberikan Presiden untuk kejahatan politik. Namun aturan undang-undang tidak disebutkan kategori kejahatan tertentu yang bisa diberikan amnesti. Sehingga dimungkinkan bagi Nuril untuk mengajukan amnesti. Joko mengaku tidak bisa berkomentar banyak dulu terkait pengajuan amnesti ini.” Karena kalau amnesti itu teman-teman Jakarta yang lagi coba komunikasikan,” katanya.

Ia juga menepis kabar Baiq Nuril dalam waktu dekat meminta pengampunan (grasi) ke Presiden. Dikarenakan Nuril harus mengaku bersalah melakukan tindak pidana sehingga mengajukan grasi. “ Kalau grasi kemungkinan tidak kita lakukan. Karena kalau grasi berarti Nuril mengaku bersalah melakukan tindak pidana. Kalau dari tim kuasa hukum itu adalah opsi terakhir,” ungkapnya.

Sedangkan penasehat hukum saat ini sedang berupaya mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK). Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), peninjauan kembali adalah salah satu hukum luar biasa dalam sistem peradilan Indonesia. PK dapat diajukan terhadap putusan kasasi MA. Apabila pada putusan sebelumnya diketahui terdapat kesalahan atau kekhilafan hakim dalam memutus perkara. Kemudian juga jika ada bukti baru (novum) yang belum pernah diungkap dalam persidangan.” Upaya pastinya itu PK. Kami dari tim hukum concern untuk PK,” pungkasnya.

Sementara itu donasi bantuan untuk Nuril terus bertambah. Hingga sore kemarin donasi bantuan yang terkumpul berjumlah Rp 98.446.781 dari Rp 550 juta yang ditargetkan. Gerakan donasi ini diinisiasi oleh Paguyuban Korban UU ITE (PAKU) dan SafeNet. Donasi untuk Nuril bisa disalurkan melalui rekening bank sudah disediakan. Donasi ini pun diperkirakan terus bertambah setiap hari. Donasi tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu Nuril membayar denda.      

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali bereaksi atas vonis yang dijatuhkan kepada Baiq Nuril. Melalui postingannya di akun Instagram @hotmanparisofficial, Hotman meminta masyarakat jangan lagi meratapi vonis enam bulan penjara dan denda yang besar untuk Nuril itu. Yang paling penting adalah berupaya untuk bersama-sama mencari solusi. Pengoleksi mobil mewah ini kemudian menawarkan solusi yaitu meminta warga bersurat ke Jaksa Agung. Tujuannya agar putusan kasasi tidak dieksekusi terlebih dahulu. “Ini agar Nuril jangan dimasukkan penjara dulu,” katanya.

Solusi lainnya, Hotman meminta ketua MA memerintahkan berkas perkara PK segera dikirim agar bisa langsung diputus di tingkat PK. “Itu adalah solusi terbaik sekarang ini,” ungkapnya.

Dari video yang diunggahnya, Hotman kembali mengajak Nuril untuk bertemu pada tanggal 23 November pukul 08.00 WIB di Jakarta.” Saya menunggu keluarga Nuril atau siapapun di Kopi Joni di Jakarta,” tutup Hotman yang mengaku sedang berada di Kota Florence, Italia.

Sementara itu Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Ruvaeda meminta pengadilan menunda eksekusi. “Kita semua tentu prihatin dengan keputusan MA. Kami meminta Kejari melakukan penundaan pelaksanaan putusan tersebut,” ungkap Isvie.

Sebagai wakil rakyat, apalagi dirinya seorang perempuan, Isvie sangat prihatin. Nuril merekam pelecehan seksual yang dialaminya, tentu untuk jaga-jaga saja.

Sebagai orang yang ahli hukum, Isvie menyadari tidak mungkin bisa dilakukan pembatalan eksekusi. Mengingat, keputusan MA telah memiliki kekuatan  hukum tetap. “Yang bisa kita lakukan adalah melakukan PK (Peninjauan Kembali, red) terhadap keputusan itu,” saran Isvie. 

Untuk bisa melakukan PK, harus ada novum atau alat bukti baru. Disinilah pentingnya peran pengacara. “Yang tahu novum adalah pengacara bu Nuril. Tapi kita semua sebagai masyarakat NTB, harus memberikan dukungan,” ucapnya. 

BACA JUGA: Koin untuk Nuril Menggema Lagi

Kasus ini mencuat pertengahan 2017. Nuril adalah mantan guru honorer di SMAN 7 Mataram. Ia dituduh merekam dan menyebarkan percakapan bermuatan mesum dengan kepala sekolah SMAN 6 Mataram kala itu, H Muslim. Percakapan bermula Desember 2014.  Percakapan yang direkam mengenai cerita kepala sekolah yang mengaku berhubungan dengan orang lain. Ibu tiga orang anak ini juga merasa dilecehkan oleh kepala sekolahnya.

Percakapan tersebut kemudian menyebar. H Muslim kemudian melaporkan Nuril ke Satreskrim Polres Mataram. Hingga ankhirnya Baiq Nuril ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Tidak hanya dilaporkan oleh kepala sekolah. Nuril juga dipecat sebagai guru honorer. Kasus yang menimpa Baiq Nurilini mengundang empati banyak pihak. Gerakan untuk membebaskan Nuril menggema hingga ke tingkat nasional. Mulai dari pejabat daerah hingga tokoh nasionalpasang badan dan meminta agar Nurildibebaskan. Dikarenakan, Nuril dianggap sebagai korban pelecahan kepala sekolah. Malah dilaporkan ke kepolisian oleh kepala sekolahnya. Nuril juga sempat mendekam di Lapas Mataram. Namun oleh majelis hakim PN Mataram. Nuril diperintahkan untuk dibebaskan dan dikenakan tahanan kota.(gal/zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut