Karyawan Perempuan yang Dirumahkan Diusulkan Dapat JPS

Hj Putu Selly Andayani (Faesal/radarlombok.co.id)
Hj Putu Selly Andayani (Faesal/radarlombok.co.id)
Advertisement

MATARAM – Wabah Covid-19 berdampak luas ke berbagai sektor.  Di Provinsi NTB, wabah ini sangat berpengaruh kepada perkembangan dunia usaha yang berimbas kepada pengurangan karyawan disektor usaha pertokoan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB, Hj Putu Selly Andayani mencatat sudah hampir tiga bulan terakhir sejak mewabahnya Covid-19 pergerakan ekonomi di NTB terganggu.

Maka, dengan adanya pelonggaran aktivitas ekonomi diharapkan pergerakan ekonomi mulai pulih kembali, karena dampak dari melemahkan ekonomi di NTB sangat dirasakan oleh para karyawan perempuan yang bekerja disektor pertokoan.

“Banyak juga perempuan-perempuan yang dirumahkan, maka kami juga sudah mengusulkan agar diberikan bantuan Jaring Pengaman Sosial ( JPS) Gemilang, karena sudah 172 orang data yang kita terima perempuan yang dirumahkan,” ungkapnya.

Dari angka 172 orang tersebut lanjut Selly sapaan akrab mantan Kadis Perdagangan Provinsi NTB ini, tersebar di pulau Lombok, baik di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Utara. Terbanyak di Kota Mataram dan Lombok Timur.

“Kami dari angka 172 orang ini sudah disiapkan untuk mendapatkan JPS Gemilang,”ujarnya.

Selly sangat menyadari dengan banyak perempuan yang dirumahkan tentu sangat berpengaruh ke rumah tangga, apalagi peran ibu sangat dominan membatu perekonomiannya.

“Ya tentu sangat pengaruh kalau perempuan dirumahkan, karena sangat dominan di rumah tangga, kalau laki-laki bisa mencari sampingan atau tambahan penghasilan tempat kerja yang lain. Kalau perempuan tidak bisa seperti laki-laki,” katanya.

Ditegaskan Selly, upaya yang akan dilakukan sesuai dengan harapan dari 172 orang perempuan yang dirumahkan, pihaknya menekankan kepada pihak pengusaha agar memenuhi kewajiban para pekerja yang sudah dirumahkan. Serta menarik kembali mereka bekerja setelah kondisi kondisi ekonomi membaik.

“Kalau dari harapan mereka, jika sudah aktif kembali tentu pihak perusahan harus menarik para karyawan perempuan yang sudah dirumahkan, ini tentu harus diperhatikan oleh para pengusaha,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sambung Selly, pihaknya juga sudah melakukan imbuan kepada para pengusaha agar bisa memperhatikan para karyawan yang sudah mereka rumahkan.

“Kalau masalah imbauan kita selaku pembina, tentu tetap melakukannya, bahkan kita tetap berkoordinasi sama mereka,” sambungnya.

Selly juga berharap semoga kondisi ekonomi NTB dengan adanya pelonggaran aktivitas pertokoan saat ini bisa segara pulih, guna meminimalir terjadi dampak lanjutan dengan banyaknya kariyawan yang sudah dirumahkan. Namun demikian para pengusaha juga diimbau agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Ya kita harapkan kondisi ini segera pulih, agar para karyawan yang sudah dirumahkan kembali berkerja seperti biasa,” harapnya.(sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid