Karya Mendadak, Disukai Banyak Pihak

Lagu Mars MTQ menggema di seluruh penjuru NTB, lirik-lirik yang dilantunkan semakin melekat di hati masyarakat setelah lagu tersebut didaur ulang. Ada juga satu lagu yang diciptakan dan diproses hanya dalam waktu 8 jam saja. Namun karya mendadak tersebut ternyata disukai banyak pihak, bahkan sudah tersedia menjadi Ring Back Tone (RBT).

————————–

AZWAR ZAMHURI – MATARAM

—————————

“Sambut Musabaqah Tilawatil Qur’an, Nusa Tenggara Barat menyambut bahagia penuh suka-cita. Sekian lama kami menunggu datangnya pancaran Illahi, 43 tahun kami menunggu kini engkau datang.” Itulah potongan-potongan lirik lagu yang diberi judul Sambut MTQ 2016 NTB.

Lagu tersebut menceritakan kerinduan masyarakat NTB  dengan suasana Musabaqah Tlawatil Qur’an Nasional (MTQN) 43 tahun silam tepatnya 1973. Lalu siapakah sosok dibalik lagu tersebut ? Dialah Lalu Edy Setiawan, pencipta lagu yang sekaligus penyanyinya. Edy bukanlah musisi papan  atas dari Jakarta, tapi dia putra daerah yang lahir di Sakra Lombok Timur pada 17 Juni 1982 silam.

Edy juga bukan musisi yang totalitas mewakafkan hidupnya pada musik. Ia hanya seorang tenaga honorer di Pemprov NTB sejak tahun 2005 dan sampai saat ini masih berstatus honorer di Biro Humas bagian pemberitaan. Dia pun masih ngontrak di Monjok dengan sang istri Nur’aini dan kedua jagoannya Muhammad Zakwan Jasirizi dan Azis Jasirul Qorni.

Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, mampu menghasilkan karya luar biasa. Mendapatkan sambutan hangat dari masyaraat NTB dan dilirik perusahaan telekomunikasi untuk dijadikan RBT. “Alhamdulillah karya ini mendapatkan sambutan hangat, niat awalnya hanya melaksanakan perintah bos-bos dan ingin terlibat semarakkan MTQ,” ujarnya kepada Radar Lombok, Senin kemarin (1/8).

Lagu Sambut MTQ 2016 NTB, ternyata dibuat dan direkam hanya dalam waktu 8 jam saja. Teman-teman dan atasannya di Biro Humas meminta agar Edy menciptakan lagu khusus untuk MTQ. Tanpa persiapan yang matang, tanpa didukung anggaran, lahirlah karya  yang sangat nikmat didengarkan.

 Sebelumnya, Edy juga diminta untuk mendaur ulang lagu Mars MTQ. Rekaman dilakukan sebelum bulan Ramadhan lalu. Hasilnya, booming. Lagu tersebut menjadi lebih hidup dan selalu diputar dalam setiap rangkaian kegiatan MTQ di sudut-sudut Kota Mataram dan di berbagai penjuru. “Daur ulang lagu itu semua prosesnya hanya sehari, pokoknya serba mendadak. Rencana kita juga mau buatkan video clip, tapi anggaran yang tidak ada,” katanya.

 Ternyata, Lalu Edy Setiawan sebelum menjadi honorer merupakan musisi yang sempat memiliki jam terbang tinggi di NTB. Bagi sebagian besar pemuda NTB tentunya pernah mendengar band Lombok bernama Virtual.  Edy merupakan personil utama pada band yang naik daun sekitar tahun 2007 – 2009 tersebut. “Kami sudah keluarkan dua album, 90 persen ciptaan saya dan sekaligus saya vokalisnya. Kan sampai sekarang masih sering terdengar lagu saya dulu seperti lagu Putri Mandalike dan Masa Biru,” tuturnya.

Melirik ke belakang, Edy menyukai musik sejak duduk di bangku SDN 1 Sakra. Namun hobinya pada dunia musik masih belum bisa tersalurkan juga sampai sekolah di SMPN 1 Sakra. Barulah kemudian ketika menginjakkan pendidikan di SMK Muhammadiyah Mataram, ia bersama teman-temannya sering mengikuti festival-festival musik.

Setelah tamat SMK pada tahun 2000, Edy tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia mengikuti kursus komputer agar bisa cepat mendapatkan pekerjaan. Alhasil, Edy bekerja di salah satu studio rekaman. “Saya ingat band Virtual Lombok berdiri setelah ada kompetisi tahun 2005, waktu dipilih orang-orang terbaik saja mulai dari vokalis, gitaris, drummer dan lain-lain. Dari situlah lahir Virtual,” ceritanya.

Totalitas pada dunia musik di NTB tidak akan mampu membiayai semua kebutuhan hidup. Menyadari hal itu, tahun 2005 Edy   menjadi tenaga honorer di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun tidak lama pindah menjadi tenaga honorer di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans dan barulah tahun 2007 pindah ke Humas Pemprov NTB. “Kalau tahun 2005 itu, tidak sulit kita jadi honorer. Saya jadi tenaga honorer tapi tetap saya berkarier di band Virtual. Sayangnya setelah tahun 2010 band Virtual tidak ada lagi, padahal dulu sampai kita keliling Lombok promosi. Sejak itu saya totalitas jadi honorer di Humas sampai sekarang dan tidak urus band lagi,” ungkapnya.

Dengan bakat dan keahlian yang dimiliki Edy di masa lalu, momentum MTQ memperlihatkan kembali siapa dirinya. Tanpa pamrih, tanpa diupah dan tanpa minta dihargai, ia mengeluarkan kemampuan terbaiknya meski dengan cara mendadak.

Atas permintaan teman-temannya di Humas, Edy berhasil membuat lagu Mars MTQ menjadi lebih hidup dan kekinian. Lagu terbaru ciptaannya sendiri yang berjudul Sambut MTQ 2016 MTQ pun juga mendapat sambutan baik. “Sebelum daur ulang lagu Mars MTQ, saya juga pernah nyanyikan lagu-lagu NW (Organisasi Nahdlatul Wathan) dengan versi berbeda. Terus Kabag  Pemberitaan Pak Wirajaya dan mas Ajik bantu buat lirik untuk lagu Sambut MTQ. Semoga bermanfaat,” tutupnya. (*)