Kartunis Bali Jango Pramartha: Bangga dan Dukung Jokowi Sukseskan Presidensi KTT G20

KTT G20: Presiden Jokowi ketika membuka salah satu rangkaian acara KTT G20, yang puncaknya akan berlangaung di Bali. (setkab.go.id)

DENPASAR–Kartunis Bali, Jango Pramartha mengaku bangga Indonesia memegang presidensi Group of Twenty (G20) yang terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.

“Lebih membanggakan lagi, Presiden Jokowi dengan gayanya mampu membawa G20 ke arah positif, walau dunia sedang krisis ekonomi pasca pandemi COVID-19, perang Rusia – Ukraina dan ancaman adanya krisis pangan,” kata Jango.

Sebagai rasa bangganya, Jango meluangkan waktu untuk membuat karikatur Presiden Joko Widodo.

“Bagi saya Pak Jokowi adalah orang nomor satu, beliau telah mewujudkan bahwa Indonesia mampu berada di papan atas pemimpin dunia,” katanya.

Mantan Presiden Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) menyebutkan , saat ini ada banyak hal yang harus dibahas di tingkat konfrensi tinggi negara negara ekonomi dunia, seperti pemanasan global, emisi karbon dan bagaimana membuat dunia ini menjadi lebih baik di masa depan.

Baca Juga :  RI Bahas Pengembangan UMKM dan Wirausaha Pada Pertemuan Kedua EWG G20

“Hal-hal tersebut menjadi perhatian kartunis dunia selama ini. Juga menjadi cara protes kami, yang disampaikan lewat kartun yang kada lucu, pahit dan getir, agar menimbulkan kesadaran untuk negara-negara membuat kebijakan memperbaiki lebih serius terhadap masalah besar prilaku upaya merusak lingkungan,” ujarnya.

Jango berharap ke depannya para kartunis dari negara-negara G20 diberi fasilitas untuk berpameran secara digital, online maupun offline, sehingga ada komunikasi dan pembawa pesan bersama bisa tersampaikan secara lebih efisien.

Jango mengatakan dirinya sudah mulai berkutat pada masalah-masalah dunia, saat dunia semakin menglobal, terkait ekonomi, sosial politik, bahkan seni dan budaya, karena ada pengaruh perkembangan komunikasi yang dipermudah oleh internet dan juga transportasi.

Para pengamat kemudian menyebut fenomena ini sebagai globalisem atau globalisasi.

Baca Juga :  Seluruh Stakeholder Pelaku Pariwisata Bali Solid Dukung dan Sukseskan KTT G20

“Menariknya, saya melihat ada kata BALI di tengah-tengah. Nah dari sini timbul dalam konsep saya berkarya yang disebut Globalization, dimana di Bali telah mengalami perubahan sosial tanpa batas. Namun tradisi bukan suatu kemunduran dan modernisasi belum tentu suatu kemajuan,” jelasnya.

Dan selain itu, sudah pada waktunya Bali jadi kenyataan telah berada di tengah-tengah dari globalisasi dunia, dimana para pemimpin tertinggi dari negara – negara kaya akan hadir di Nusa Dua Bali pada pertengahan November 2022 ini.

“Pertemuan ini akan menjadi pertemuan yang dahsyat. Karena membicarakan utamanya soal perdamaian dunia terkini dan mencari solusi bersama atas berbagai krisis yang melanda. Untuk itu semua komponen harus mendukung suksesnya gelaran KTT G20 ini dengan caranya masing-masing ” ungkap Janggo. (*)

Komentar Anda