Karantina Wilayah, Warga Luar Masuk Mataram akan di Skrining

Lingkungan Lockdown Mandiri Terus Bertambah

PINTU MASUK: Tujuh pintu masuk Mataram, salah satunya Gerbang Tembolak, yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat, akan ditempatkan Posko untuk melakukan skrining (pemeriksaan medis) bagi warga luar Mataram yang hendak masuk ke Mataram. (ALI/RADAR LOMBOK)
PINTU MASUK: Tujuh pintu masuk Mataram, salah satunya Gerbang Tembolak, yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat, akan ditempatkan Posko untuk melakukan skrining (pemeriksaan medis) bagi warga luar Mataram yang hendak masuk ke Mataram. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Upaya mengatasi sebaran virus covid 19 (corona) yang semakin mengganas. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana untuk melakukan karantina wilayah. Pemerintah bersama TNI dan Polri akan melakukan deteksi (skrining) terhadap warga luar yang datang ke Mataram.

Tak tanggung-tanggung, skrining akan dilakukan di tujuh pintu masuk Kota Mataram. Mulai dari ujung Timur Gerimax, kemudian berlanjut ke wilayah Bengkel, sebelum masuk ke Jalan Tuan Guru Faisal. Selanjutnya di Dasan Cermen, lalu di pintu masuk Gerbang Tembolak di Jalan Lingkar.

Berikutnya skrining juga dilakukan di pintu masuk Kebon Roek, juga di pintu masuk Mataram di daerah Rembiga. Terakhir adalah di wilayah Selagalas yang berbatasan dengan Lombok Barat. “Kita berencana untuk melakukan skrining dipintu-pintu masuk Kota Mataram. Sudah kita pastikan ditujuh pintu masuk Kota Mataram,” ujar Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, usai memimpin rapat gugus tugas penanganan covid 19 Kota Mataram, Selasa kemarin (31/3).

Tujuh lokasi ini akan dilengkapi dengan posko. Masing-masing posko akan ditempati petugas gabungan. Mulai dari TNI/Polri, dinas perhubungan, BPBD Kota Mataram, Satpol PP dan juga petugas medis.

Teknisnya kata wali kota, setiap warga yang datang ke Mataram, langsung di skrining suhu tubuh dan sebagainya. Jika ada gejala covid 19 ditemukan, maka langsung akan ditindaklanjuti. “Makanya kita siapkan juga petugas medis di sana. Kalau ada gejala akan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Ahyar memastikan, pemasangan posko itu bukan untuk menutup Kota Mataram. Tapi tujuannya untuk pembatasan bagi yang keluar masuk Kota Mataram. Pemeriksaan melalui skrining itu akan dimulai secepatnya. “Ini akan dipersiapkan dulu. Mungkin Jumat besok, Insya Allah akan dimulai,” terangnya.

Kota Mataram disebutnya tidak main-main berupaya mencegah penularan virus corona. Karena itu, posko ditujuh lokasi masuk Kota Mataram ini segera diberlakukan. “Artinya mereka yang masuk disetop, dan supaya nyaman juga diperiksa. Tempatnya perlu dipersiapkan,” jelasnya.

Kini penyiapan posko tersebut terus diupayakan petugas. Petugas jaga akan bertugas secara bergantian. “Iya pakai sistem shift (giliran). Nanti dimulai pukul 08.00 pagi sampai jam 10 malam. Ini sesuai jam malam yang ditetapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M Saleh memastikan, skrining akan diupayakan ditujuh pintu masuk Kota Mataram. Melalui upaya itu, kondisi kesehatan warga yang masuk ke Mataram bisa terdeteksi. “Sekarang kita lagi siapkan untuk poskonya ditujuh lokasi itu. Kita turun dengan BPBD dan kepolisian untuk penentuan lokasinya,” terangnya.

Sedangkan Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik memastikan, terhadap keputusan rapat gugus tugas covid 19 Kota Mataram. Pihaknya siap bekerjasama dan melaksanakan skrining ditujuh pintu masuk Kota Mataram. “Intinya kami dari kepolisian siap untuk melaksanakan keputusan rapat itu,” kata Taufik.

Sementara itu, wilayah Lingkungan di Kota Mataram yang melaksanana lockdown mandiri terus bertambah. Kalau sebelumnya Lingkungan Karang Pule yang telah melakukan lockdown (penutupan) secara mandiri, kini Lingkungan-Lingkungan lain di Kota Mataram, juga menerapkan kebijakan serupa. Seperti di Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur, kini juga sudah mulai menerapkan lockdown mandiri. Penutupan ini dilakukan untuk mengurangi aktivitas warga di Lingkungan, di tengah pandemi wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Mataram.

Menurut Camat Mataram, Zarkasy, upaya ini merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona.  Dalam lockdown mandiri, ada pembatasan seperti jam berkunjung warga. Ini bentuk kemandirian masyarakat. “Kalau lockdown sepenuhnya, tentu ada aturan, dan keputusan dari kepala daerah,” katanya kepada Radar Lombok, kemarin.

Di Lingkungan Karang Bedil, tepatnya di Jalan Arif Rahman Hakim, saat ini terpasang portal dengan tulisan spanduk “heep!!! lockdown bahaya Covid-19”. Sehingga jalan atau gang tersebut, saat ini terlihat sepi, karena tidak ada lalu lalang kendaraan. Karena sejak penerapan lockdown mandiri ini berlaku, maka setiap masyarakat yang hendak masuk, juga di data, dan diberlakukan pemeriksaan di posko, serta disemprotkan disinfektan oleh petugas dari warga sekitar.

Zarkasy tetap mengimbau masyarakat, untuk tetap wasapada terhadap penyebaran virus corona. ia juga meminta semua Lurah, Kaling, RT, dan tokoh masyarakat, untuk sama-sama mencegah peyebaran virus corona, dengan sama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Lurah Mataram Timur, Rahmawati mengatakan, pemberlakuan lockdown mandiri ini atas inisiatif Kepala Lingkungan Karang Bedil. Selama pemberlakuan karantina lokal jelas dia, pintu masuk di Lingkungan Karang Bedil dijaga ketat Kaling, Linmas dan warga. Pintu masuk ke Lingkungan yang satu arah juga ditutup.

Selain itu, beberapa Lingkungan lainnya juga telah menerapkan pengawasan secara ketat, seperti di Lingkungan Karang Sukun dan Karang Medain. “Warga sudah menyiapkan hand sanitizer di sana. Bagi yang masuk Lingkungan, mereka akan dicek oleh Satgas di sana. Juga bagi yang datang akan disemprot disinfektan sesuai dengan SOP-nya, sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” jelasnya. (gal/dir)