Kapten Kapal Mengeluh Masuk Pelabuhan Awang

KAPAL: Inilah kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Awang Kecamatan Pujut, Kemarin. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYAPara kapten yang membawa kapal di Pelabuhan Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut mengeluhkan fasilitas yang masih kurang yang disediakan pemerintah di pelabuhan tersebut. Salah satunya belum adanya sarana bantu navigasi pelayaran yang belum ada sama sekali sejak dibangunnya pelabuhan ini sampai sekarang sebagai alur masuk. Di mana navigasi pelayaran ini  berfungsi untuk menjamin keselamatan dan kemanan pelayaran.

Kapten Kapal Kasih Setia XX, Surianto saat bersama petugas Kantor Wilayah Kerja (Wilker) Teluk Awang Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan  (KSOP) Lembar mengaku, sarana bantu navigasi ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh mereka yang datang membawa kapal di Pelabuhan Awang di samping adanya beberapa fasilitas pendukung lainnya yang perlu juga dilakukan pembenahan. “Saya masuk di pelabuhan Awang dari tahun 2010 dan sebenarnya yang terpenting adalah navigasi pelayaran. Karena kalau sudah malam maka susah dan kita tidak berani masuk, takutnya kita nabrak dan hampir semua rekan-rekan yang membawa kapal tidak berani masuk alur dari luar ambang Teluk Awang, karena sarana bantu navigasi yang belum ada,” ungkap Surianto, Kamis (31/3).

BACA JUGA :  Mandi, Dua Bocah Tewas Tenggelam

Pihaknya menegaskan seandainya sudah ada alat bantu navigasi ini, maka pihaknya memastikan tidak akan ada keraguan untuk masuk ke pelabuhan Awang bagi para kapal- kapal besar. “Kalau bisa segera untuk  navigasi pelayaran ini biar bisa meski siang malam kita bebas masuk dan kalau malam kita karena tidak bisa masuk maka pasti menunggu sampai pagi,” tegasnya.

Ia menegaskan selain dari sisi alur, sebenarnya di pelabuhan Awang ini mereka merasa senang masuk karena merasa aman dan nyaman. Terlebih dari sisi logistik mereka merasa tercukupi dengan ketersediaan di sekitaran Awang. “Kalau teman-teman bilang di pelabuhan Awang posisi untuk masuk berlindung melakukan bongkar muat memang enak dibandingkan dengan pelabuhan yang lain,” terangnya.

BACA JUGA :  Mandi, Dua Bocah Tewas Tenggelam

Bahkan pihaknya memastikan jika pelabuhan Awang sudah resmi maka akan semakin bagus bagi mereka untuk beroperasi. Sehingga pihaknya berharap adanya perhatian pemerintah dengan kondisi berbagai fasilitas yang ada di pelabuhan Awang ini. “Makanya harapan para kapten agar pelabuhan ini cepat diresmikan biar bisa untuk bongkar muat dan kalau belum resmi kan kita tidak bisa bongkar muat itu, termasuk pembongkaran perangkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang di Desa Mertak Kecamatan Pujut, Akmal bahwa permasalahan tersebut merupakan wewenang dari kementerian dan pihaknya sudah berusaha untuk merealisasikan itu. “Kalau lampu navigasi adanya di Kementerian Perhubungan bagian navigasi. Kami sudah coba pernah berkirim surat tapi belum ada tanggapan,” singkatnya. (met)