Kapolri Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lombok Timur

Kapolri Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lombok Timur
BANTUAN KAPOLRI: Wakapolda NTB, Kombes Pol Tajuddin menyerahkan bantuan dari Kapolri kepada para korban banjir bandang di Lombok Timur, Senin kemarin (20/11). (POLDA FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Bantuan untuk korban banjir yang melanda berbagai daerah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bagian selatan terus mengalir. Termasuk Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian, juga ikut menyerahkan bantuan kepada korban banjir melalui Wakapolda NTB, Kombes Pol Tajuddin, Senin kemarin (20/11).

Didampingi Kapolres Lotim, AKBP M. Eka Fathurrahman, bantuan Kapolri tersebut langsung diberikan oleh Wakapolda kepada 100 orang perwakilan warga yang terkena musibah banjir.

BACA JUGA :  Kerugian Akibat Banjir Lombok Timur Bandang Bertambah

Bantuan yang diserahkan Kapolri berupa 3 ton beras, 100 kotak mie instan, telur 50 papan, dan 100 selimut dan sarung. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Camat Keruak. ‘’Kapolri menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir untuk memberikan secara langsung bantuan kepada masyarakat,” ujar Wakapolda NTB dalam sambutannya.

Sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, bantuan tersebut disalurkan Kapolri melalui Polda NTB. “Ini bentuk kepedulian Polri. Karena Polri sangat dekat dengan masyarakat, dalam hal mendukung pelaksanaan tugas. Maka Polri memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir,” katanya.

Wakpolda juga meminta masyarakat agar mengantisipasi bencana susulan. Itu dilakukan agar masyarakat bisa meminimalisir adanya korban jiwa. “Mari tingkatkan kewaspadaan, sehingga meminimalisir adanya korban jiwa,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathuirrahman mengatakan, pihaknya turut berduka cita atas musibah yang terjadi di wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru. “Ini merupakan banjir pertama yang terjadi di wilayah selatan Lotim. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakapolda yang bersedia menjenguk warga yang terkena musibah banjir,” ucapnya.

BACA JUGA :  Korban Banjir di Desa Beleka Mulai Terjangkit Penyakit

Menurutnya, dari tiga kecamatan yang terkena musibah banjir, terparah ada di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Keruak sebanyak 9 desa, dan Kecamatan Jerowaru sebanyak dua desa.

Dari total 11 desa yang mengalami musibah banjir terparah ini, ada sebanyak 148 bangunan rusak berat, dan 403 bangunan lainnya mengalami rusak ringan. Selain bangunan rumah yang rusak, sedikitnya juga ada lima jembatan yang mengalami rusak. Namun dua jembatan yang paling parah yaitu jembatan di Desa Ketapang Raya dan Desa Orong Bukan.

“Untuk jumlah kerugian belum bisa ditentukan, karena masih dilakukan pendataan. Berdasarkan hasil rapat tadi bagi (Senin, red) bersama pemerintah daerah selama tujuh hari kedepan, dinyatakan sebagai tanggap darurat,” tandasnya.

Sedangkan Sekda Lotim, H. Rohman Farli, juga ikut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Kapolri. Pemkab Lotim sebutnya, juga sudah menyalurkan 2 ton beras dari 10 ton yang dialokasikan.

Untuk itu, pihaknya  meminta kepada Camat Keruak agar segera menyalurkan bantuan tersebut secara merata dan berkeadilan kepada masyarakat. “Masyarakat diharapkan agar bersabar atas musibah yang terjadi. Semoga Kapolri dan seluruh anggota Kepolisian tetap berjaya menjalankan tugas-tugasnya,” doanya.

BACA JUGA :  Kerugian Banjir Lombok Timur Ditaksir Rp 28 M

Disebutkan Sekda, sebelum-sebelumnya bencana banjir terjadi di wilayah utara Lotim seperti di Sambelia. Namun sekarang justru terjadi di wilayah selatan Lotim. “Tentu kita berharap masih ada bantuan lagi dari pihak dermawan,” harapnya. (gal/cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut