Kapolresta Mataram Bagikan Ratusan Masker ke Pengunjuk Rasa

BAGIKAN MASKER: Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto, S.I.K, M.H, ketika turun langsung mengawal, bahkan turut membagikan masker kepada para pengunjuk rasa. (ali/radarlombok.co.id)
Advertisement

MATARAM—Tidak hanya turun langsung mengawal jalannya aksi unjuk rasa Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NTB yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang kini tengah dibahas DPR RI. Namun Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto, S.I.K, M.H, juga turut membagikan masker kepada para pengunjuk rasa.

Kapolresta Mataram langsung tergerak membagikan setelah melihat cukup banyak massa aksi yang tidak menggunakan masker. Pembagian masker untuk pengunjuk rasa ini terlihat cukup menurunkan suasana menjadi lebih mencair. Secara keseluruhan, sekitar 100 masker yang dibagikan Kapolresta Mataram kepada pengunjuk rasa.

Satu persatu masker dibagikan kepada massa aksi yang tidak menggunakan. Masker tersebut dibagikan dan dipakaikan langsung oleh Kapolresta Mataram. Aksi unjuk rasa dilaksanakan pada hari Minggu (05/07/2020) di depan Gedung DPRD Provinsi NTB. Demonstrasi menolak RUU HIP ini dihadiri sekitar 200 orang. “Kami lihat cukup banyak yang tidak menggunakan masker. Makanya kami bagikan langsung maskernya,” ungkap Kapolresta Mataram.

Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 10.00 wita. Cuaca saat itu cukup panas oleh terik matahari. Massa mulai bergerak dari Simpang Empat Bank Indonesia menuju Kantor DPRD NTB. Kapolresta Mataram langsung menemui pengunjuk rasa. Polisi melati tiga itu melihat cukup banyak peserta aksi yang tidak menggunakan masker. Spontan langsung membagikan masker. “Lumayan banyak juga yang tidak pakai. Tapi karena maskernya terbatas. Itu dulu yang kami bagikan,” bebernya.

Pembagian masker sebagai bentuk kepedulian kepolisian untuk pencegahan wabah covid-19. Karena saat pelaksanaan unjuk rasa. Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Mulai dari menggunakan masker dan lainnya. “Ini untuk memastikan protokol kesehatan itu dijalankan. Yang tidak ada maskernya kita berikan,” ucapnya.

Kesempatan itu juga digunakan kepolisian untuk memberikan himbauan kepada masyarakat. Bahwa sangat penting menggunakan masker ditempat umum. Tujuannya untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona. “Sekarang yang paling mudah dilaksanakan itu menggunakan masker. Jadi tetap kita imbau dan ingatkan tentang pentingnya penggunaan masker ini,” harapnya.

Setelah membagikan masker. Kombes Pol Guntur Herditrianto memberikan pemahaman kepada korlap aksi. Bahwa peserta aksi diminta untuk melakukan aksi secara damai dan tidak disusupi oleh pihak lain. Lalu tidak melakukan pembakaran atribut ormas dan partai. Karena dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi. Petugas juga akan memfasilitasi massa aksi agar ditemui oleh perwakilan DPRD NTB.

“Kami minta semuanya bisa difahami bersama agar seluruhnya bisa berjalan kondusif,” ungkap Kapolresta Mataram.

Massa aksi kemudian ditemui oleh perwakilan DRPR Provinsi NTB. Peserta aksi cukup puas dengan pernyataan sikap dari DPRD NTB. Kemudian massa membubarkan diri secara tertib. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid