Kapolda: Tidak Ada Intervensi Penerimaan Akpol

Tidak Ada Intervensi Penerimaan Akpol
CASIS AKPOL: Kapolda NTB, Brigjen Firli foto bersama usai memberikan arahan kepada sembilan Casis Akpol utusan dari Polda NTB, yang selanjutnya akan mengikuti seleksi di tingkat pusat. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli, memberikan arahan kepada calon siswa (Casis) jalur Akademi Kepolisian (Akpol) dari pengiriman Polda NTB tahun 2017. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Roops Polda NTB, dan diikuti oleh sembilan Casis terpilih.

Kesembilan Casis ini juga didampingi oleh orang tua masing-masing. Dimana dalam arahannya, Kapolda memastikan sembilan orang ini murni lulus karena kemampuan masing-masing. “Mereka ini lulus tidak menggunakan, tidak pernah menjanjikan, ataupun memberikan sesuatu. Baik itu hadiah ataupun janji,” ujarnya usai meberikan arahan di depan Casis dan orang tua di Mapolda NTB, Selasa kemarin (11/7).

Awalnya, jumlah animo peserta Akpol ini berjumlah 106 orang. Kemudian yang bisa menyelesaikan tes dan terpilih sebanyak sembilan orang. “Sembilan orang ini lolos karena dianggap memenuhi syarat, dan kerja keras serta prestasinya. Bukan karena intervensi,” tandas Kapolda.

Sembilan orang ini kemudian nantinya akan mengikuti proses seleksi Akpol tingkat pusat di Semarang. Dirinya sudah menegaskan kepada siswa yang lulus, dan orang tua, bahwa sembilan orang ini lulus karena prestasinya sendiri. Bukan atas bantuan orang lain dan sebagainya. “Mereka ini lulus bukan karena intervensi dan bantuan dari orang lain. Karena sifat seleksi Akpol ini sangat terbuka. Prosesnya juga selama ini bisa diikuti dan diawasi oleh semua orang,” beber Firli.

Untuk itu, dia berharap agar sembilan orang ini bisa bersaing di tingkat pusat untuk memperebutkan 300 kuota se-Indonesia. “Nanti yang terpilih ada 300 orang se Indonesia. Prosesnya juga nanti akan dilakukan dengan terbuka, transparan, akuntabel, clear, bersih, dan tidak ada percaloan. Itu adalah komitmen kita bersama. Baik dari panitia seleksi, orang tua dan calon itu sendiri,” ungkapnya.

Kapolda juga meminta kepada orang tua Casis agar jangan tertarik bujuk rayu dan tipu muslihat pihak tertentu yang mengaku bisa meluluskan. “Padahal itu tidak ada sama sekali. Itu bohong. Justru kalau ada, maka sembilan orang ini kita jadikan agen informasi untuk menyampaikan kepada kita. Saya juga minta kepada orang tua calon untuk berbicara jika ada informasinya,” pintanya.

Pernyataan Kapolda juga diamini para orang tua Casis. Salah satu orang tua Casis, Kapten Inf Marito, mengatakan penyelenggaraan rekrutmen Akpol ini sangat terbuka dan fair. “Ini terbukti anak saya tidak serupiah pun saya bekali dengan hal yang negatif. Dia hanya saya bekali dengan skill dan kemampuan yang ada. Terutama akademik dan fisik,” ujarnya.

Orang tua Casis lainnya, Busri mengatakan dirinya sangat terkejut. Pertama karena mendengar informasi yang berkembang harus menyiapkan sejumlah uang jika ingin lulus. Tapi ternyata kata dia tidak benar sama sekali. “Itu ternyata non sen (tidak ada) uang. Saya sih pasrah saja sama Allah. Ternyata seleksi ini juga memang dilakukan secara jujur,” singkatnya. (gal)