Kapolda : Peredaran Narkoba Kian Marak

MATARAM – Kepala  Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB Brigjen  Pol Umar Septiono mengakui peredaran narkoba di NTB kian marak dan semakin meresahkan masyarakat.

Peredaran narkoba sudah menjangkau pelosok desa. Korban penyalahgunaan narkoba dari hari ke hari terus bertambah. Hal ini  membuat semua  institusi penegak hukum harus bekerja sama membrantasnya. Polda NTB dan jajarannya sendiri nyaris setiap hari menangkap pengedar maupun korban penyalahguna narkoba.  ”Mari kita sama- sama memberantas  narkoba ini dari peredaran yang semakin hari semakin meresahkan masyarakat,”pintanya kemarin.

Umar menginstruksikan jajarannya  untuk meningkatkan kinerjanya terutama yang berkaitan dengan pemberantasan peredaran narkoba. ”Jika ada kasat (kepala satuan) yang kinerjanya tidak menonjol kita akan panggil. Jika sudah tiga kali kita kasi peringatan dan hasil tidak signifikan, kita akan ganti,”tegasnya.

Dengan begitu lanjutnya, dalam rangka melihat kinerja semua jajaran, kapolres dan kasat satu kali seminggu atau sebulan dipanggil dalam rangka evaluasi kinerjanya. “Untuk meningkatkan kinerjanya semua kapolres dan kasat, kita usahakan dalam seminggu untuk  melaporkan kinerjanya,”bebernya.

Dirinya juga melarang semua kapolres keluar dinas jika  tidak penting. Umar menjelaskan Kapolres yang keluar dari kantor dengan alasan dan kepentingan pribadi sangat mengganggu kinerja polres.”Kapolres yang keluar  minta izin dengan kepentingan pribadi kalau bisa jangan dan saya akan batasi, karena itu bisa mengganggu pelayanan masyarakat yang selalu membutuhkan,”jelasnya.

Dalam rangka melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, semua jajaran diminta dikurangi kunjungan ke luar jika tidak ada manfaatnya untuk jajaran. Masyarakat  selalu membutuhkan bantuan tiap hari.”Contohnya saya, saya tidak pernah meninggalkan kantor jika tidak ada urusan dinas,”ungkapnya.

Melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas merupakan hal yang harus dilakukan oleh semua jajaran baik dari prajurit hingga perwira. Dia mengingatkan, jangan pernah melayani masyarakat dengan setengah tengah.”Mari tunjukkan etika polisi yang baik dan bermartabat di muka masyarakat dengan cara tidak memandang bulu dan dengan sungguh,”pintanya.

Selain itu tambahnya, untuk menghindari peredaran narkoba yang dilakukan oleh pelakuy yang sudah tertangkap, Umar melarang para tahanan membawa ponsel  ke dalam tahanan. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya perdaran narkoba yang dikendalikan dari dalam tahanan.”Jika ada komunikasi komunikasi dari para tahanan ke luar, kita akan pantau,”ungkapnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi maupun Lapas Mataram. ”Saya sering main Lapas sambil ngobol bersama kepala Lapas untuk kita sama-sama  berbagi dan mencari jalan solusi untuk mencegah peredaran narkoba di Nusa Tenggara Barat ini,”tutupnya.(cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid