Kapolda : Perdamaian Monjok-Taliwang Harus Permanen

Perdamaian Monjok-Taliwang Harus Permanen
DAMAI : Kesepakatan damai ditandatangani oleh perwakilan warga Monjok dan Karang Taliwang di Mapolda NTB kemarin (29/1). (Ali /Radar Lombok)

MATARAM—Konflik antara warga Monjok dan Karang Kota Mataram akhirnya bereda mereda ditandai dengan perdamaian dan penyerahan ratusan senjata dari kedua belah pihak. Menindaklanjuti hal tersebut, Polda NTB memediasi perdamaian antara kedua belah pihak yang dilangsungkan di Mapolda NTB dan dihadiri oleh ratusan warga dari kedua belah pihak. Acara didahului dengan pembacaan kesepakatan damai. Ada 8 poin kesepakatan damai yang dibacakan antara lain berisi kedua belah pihak sepakat menyatakan diri sebagai saudara terdekat antar lingkungan yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana aman, tertib, damai dan harmonis.

BACA JUGA : Serahkan Senjata Rakitan, Warga Monjok dan Taliwang Jenuh Berkonflik

Kedua belah pihak sepakat, apabila terjadi pertikaian, perkelahian, perselisihan yang disebabkan oleh permasalahan pribadi, kelompok atau golongan akan diselesaikan langsung secara musyawarah dan mufakat. Kemudian apabila salah satu melanggar isi kesepakatan maka akan diberikan sanksi tegas oleh aparat penegak hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kesepakatan tersebut kemudian ditandatangani oleh perwakilan kedua belah pihak. Ditanda tangani juga oleh Kapolda NTB, Wakil Wali Kota Mataram Kapolres Mataram, Dandim Lobar, Kapolsek Mataram dan Kapolsek Cakranegara.

Kemudian juga dibuat berita acara penyerahan senjata dari kedua belah pihak. Warga Karang Taliwang menyerahkan senjata dengan rincian 23 pucuk senjata gas atau tabung, satu pucuk senjata pelontar, 49 buah ketapel, 517 buah anak panah, satu buah pedang, satu buah pisau, dua buah tombak, 31 buah kelereng, 2 busur panah, 7 buah tameng, 1 buah tulup, 5 buah anak tulup. Sedangkan warga Monjok menyerahkan 1 buah senjata pelontar jenis meriam, 74 senjata pelontar jenis gas, 2 senjata rakitan dengan menggunakan peluru ramset (alat tembak beton), 25 buah ketapel, 309 anak panah, 154 butir kelereng, 1 buah pompa angin, 5 buah potongan besi dan empat buah potongan plastik.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menginginkan konflik antara Monjok dan Karang Taliwang harus diakhiri. ‘’ Kita tidak akan pernah bisa maju. Pembangunannya pun tidak bisa meningkat kalau keamanan terganggu. Sehingga ini perhatian khusus saya kalau terjadi konflik,” ungkapnya.

Selanjutnya, setelah adanya kesepakatan damai apakah kepolisian akan mengambil tindakan tegas jika konflik masih terjadi? Kapolda mengatakan, kesepakatan tersebut adalah niat dari kedua warga. Dirinya selaku Kapolda hanya memfasilitasi terwujudnya keinginan tersebut. “ Saya hanya memfasilitasi keinginan kedua warga ini,” katanya.

Kedepannya, kepolisian ingin mendirikan pos terpadu. Dalam waktu dekat, kedua belah pihak disebutnya sepakat melakukan kegiatan sosial keagamaan bersama. “ Mereka juga bersepakat untuk tidak berkonflik lagi. Untuk itu saya kira semua warga harus mendukung. Tidak ada lagi yang memprovokasi. Karena sesungguhnya konflik itu bisa dihentikan oleh individu-individu,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Mataram AKBP Muhammad berharap kedua belah pihak tidak terlibat konflik lagi. “ saya menghimbau kedua lingkungan yang masih menyimpan senjata. Untuk segera diserahkan secara sukarela. Baik itu kepada pihak kepolisian maupun pemerintah setempat,’’ katanya.

Setelah kesepakatan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk melakukan beberapa kegiatan yang melibatkan kedua belah pihak. Seperti kegiatan sosial dan istigosah. “ Yang jelas ini masih perwakilan. Nanti dalam minggu ini akan diikuti oleh keleseluruhan warga. Seperti syukuran dan berbaur. Nanti kita cari waktunya,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan pihaknya bersyukur dengan perdamaian antara kedua pihak. Melalui harapan akan menjadi motivasi kedua pihak. Bahwa pernjanjan perdamaian yang dilaksanakan bisa dilakukan secara permanen. “ Kita berharap perdamaian hari ini itu bisa permanen. Karena mereka semua berangkat dari semangat sukarela dan ikhlas. Jadi mudah-mudahan juga bisa berarti bagi mereka semua. Untuk bisa menaati kesepakatan yang telah mereka buat. Tindaklanjutnya nanti akan ada kegiatan yang bersifat sosial. Ini supaya mereka bisa cair dan semangat persaudaraannya semakin kuat. Nanti kita bangun skenarionya bersama Kapolres. Harus secepatnya kita lakukan,” pungkasnya.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut