Kapolda NTB Pimpin Langsung Evakuasi Korban Longsor

Wisatawan Malaysia, Lim Sai Wah, Terjepit Batu

Kapolda Pimpin Langsung Evakuasi Korban Longsor
EVAKUASI: Kapolda NTB, Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M.Hum, memimpin langsung proses evakuasi wisatawan Malaysia, Lim Sai Wah, Senin (18/3). (HUMAS POLDA FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kapolda NTB, Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M. Hum memimpin langsung proses evakuasi satu orang wisatawan asal Malaysia yang masih terjepit material longsor akibat gempa di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep Dusun Batu Koq Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Senin pagi (18/3).

Tercatat tiga orang yang tewas tertimpa longsor. Dua orang adalah wisatawan Malaysia, satunya lagi seorang warga lokal selaku guide (pemandu wisatawan,red). Dari dua korban yang merupakan WNA Malaysia itu, satu orang atas nama Lim Sai Wah, 56 tahun, yang masih terjepit dan baru bisa dievakuasi  kemarin.“Tim gabungan yang terdiri dari anggota Korem 162/WB, Polda NTB, Basarnas Mataram, BPBD dan Pemadam Kebakaran KLU, PMI dan relawan, serta masyarakat, mulai bergerak melakukan evakuasi terhadap korban yang masih terjebak dalam longsoran batu akibat gempa bumi sekitar pukul 08.00 Wita,” kata Kapolda kepada wartawan.

BACA JUGA: Gempa Kembali Guncang Lombok, Tiga Wisatawan Tewas, Ratusan Rumah Rusak

Dalam proses evakuasi juga hadir Danrem/162 Wira Bakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani, S.Sos, Dansat Brimobda Polda NTB, Kombes Pol Taufiq Hidayat, S.H., Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suriyono, S.I.K., M.H., dan Kepala Basarnas NTB, I Nyoman Sidakarya, S.H. Dikarenakan alat berat tidak bisa menjangkau lokasi mengingat medan berjurang, licin dan jalan setapak, tim gabungan melakukan proses evakuasi dengan menggunakan alat Basarnas NTB untuk menggeser batu yang menindih tubuh korban. “Alhamdulillah pada akhirnya sekitar pukul 09.00 Wita korban berhasil dievakuasi, kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda NTB guna dilakukan identifikasi, dibersihkan dan disemayamkan,” ungkap Achmad Juri.

Kapolda Pimpin Langsung Evakuasi Korban Longsor Kapolda Pimpin Langsung Evakuasi Korban Longsor Kapolda Pimpin Langsung Evakuasi Korban Longsor

Kapolda Pimpin Langsung Evakuasi Korban Longsor
EVAKUASI : Tim gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah wisatawan asal Malaysia yang tewas terjepit batu longsor karena gempa kemarin.

 

Sekitar pukul 09.30 Wita setelah kegiatan evakuasi selesai, tim melakukan apel konsolidasi yang dipimpin Danrem 162 / Wira Bakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani. Dimana semua kegiatan evakuasi berjalan dengan aman dan lancar sehingga bisa dituntaskan dengan cepat. Kapolda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan evaluasi, baik dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI dan relawan, serta masyarakat. “Semua karena kita bekerja dan melakukan dengan bersama-sama, sehingga semua kemudahan bisa kita dapatkan dalam evakuasi ini. Sehingga pukul 09.45 Wita kegiatan selesai, serta berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” ungkap Achmad seraya menyampaikan, selain memberikan bantuan dan pertolongan kepada para korban gempa bumi di Senaru, Lombok Utara, sebelumnya dia dan rombongan juga melakukan hal yang sama di lokasi terdampak gempa di Montong Gading, Lombok Timur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, kepada wartawan di lokasi evakuasi, mengatakan WNA Malaysia yang dievakuasi ini berjenis kelamin perempuan. Tubuhnya terjepit batu berukuran sedang. “Korban berhasil dievakuasi menggunakan tali kernmantel yang diikatkan di batu itu,” ungkapnya.

Ia menerangkan, korban merupakan korban terakhir dievakuasi. Dua korban lainnya yaitu Tomy (14) asal Dusun Lendang Cempaka Desa Senaru dan Tai Sieu Kim (56) WNA asal Malaysia sudah dievakuasi sehari sebelumnya atau hari pada saat terjadinya gempa.  “ Kita sudah pastikan korban sudah tidak ada, tadi kita sisir menggunakan anjing pelacak Polda NTB,” terangnya.

Ia menjelaskan evakuasi tidak bisa dilanjutkan pada hari kejadian karena karena kondisi hujan lebat dan lokasi yang berbahaya, dikhawatirkan terjadinya longsor susulan. Itu sebabnya evakuasi dilakukan kemarin. Cuaca mendukung sehingga tim bekerja dengan lancar. “Korban-korban sudah kita bawa menuju RSUP NTB,” jelasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Utara, I Ketut Pasek, mengungkapkan sebanyak 40 wisatawan yang terjebak gempa saat berwisata di air terjun Tiu Kelep telah berhasil dievakuasi. Selain korban meninggal dunia, ada puluhan lainnya yang mengalami luka berat, ringan dan sedang.

BACA JUGA: Diguncang Gempa, Pariwisata Gili Tetap Aman

Pegawai Restoran Pondok Senaru, Eno, mengungkapkan, rombongan wisatawan Malaysia ini terakhir makan di Pondok Senaru (Senaru Cottage) sekitar 25 orang. “Sisanya makan di restoran lainnya,” ungkapnya. Plt Kades Senaru, Lalu Wira Sakti, menerangkan jumlah wisatawan Malaysia masuk ke lokasi air terjun sebanyak 13 orang, enam laki-laki dan tujuh perempuan. Empat orang wisatawan lokal dari Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, dua orang wisatawan lokal dari Lombok Timur, kemudian guide lokal diperkirakan lebih dari satu orang. “Saya perkirakan Tomy ini tidak membawa tamu mancanegara ini, karena Tomy ditemukan tertimpa 100 meter dari jarak air terjun itu. Sementara WNA ini sudah mandi di lokasi air terjun,” terangnya di temui kantor desa.

Ia mengungkapkan, tinggi tebing mencapai 80 meter lebih baik kiri-kanan. Posisi tanah bukit ini longsor, bukan bebatuan saja yang berjatuhan. Jika batu saja berjatuhan kemungkinan besar korban meninggal dunia lebih banyak. Pada saat evakuasi kemarin masyarakat dan guide lokal, beserta Bhabinmaspol dan Bhabinkatibmas. “Kita pinjam tandu di Puskesmas dan PMI Lombok Utara untuk membawa korban dari lokasi air terjun naik ke atas,” ungkapnya.(gt*/flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid