Kantor PTAM Giri Menang Ditutup

SWAB ANTIGEN: Para karyawan PT Air Minum Giri Menang menjalani swab antigen, Minggu kemarin. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Setelah diketahui ada belasan karyawannya yang positif Covid-19, Kantor PT Air Minum (PTAM) Giri Menang di Jalan Pendidikan Nomor 39 Mataram, ditutup total selama tiga hari. Sehingga untuk pelayanan penagihan melalui tatap muka, otomatis juga dihentikan sementara, dan para pelanggan PTAM Giri Menang bisa membayar bank maupun ritel modern.

Direktur Utama PTAM Giri Menang, HL Ahmad Zaini mengatakan, untuk pelayanan akan dibuka kembali pada hari Kamis (4/2) mendatang. “Sekarang semua karyawan sudah menjalankan swab antigen,” katanya kepada Radar Lombok, Senin kemarin (1/2).

Sementara untuk belasan karyawan PTAM Giri Menang yang terpapar Covid-19, sudah menjalankan isolasi mandiri. Tercatat ada 15 pegawai yang terpapar, sedangkan 200 pegawai PTAM Giri Menang lainnya sudah menjalani test swab antigen dari Satgas Covid-19 Kota Mataram.

Untuk pelayanan dibeberapa daerah seperti Lombok Barat dan kantor cabang lainnya, tidak ada pengaruh dan tetap buka. Yang lockdown atau tutup total hanya di kantor pusat. Sementara petugas BPBD Kota Mataram juga telah melakukan penyemprotan disinfektan, untuk semua ruangan maupun pelayanan. “Semua bentuk pelayanan selain di kantor induk tetap berjalan. Termasuk penyambungan maupun perbaikan pipa yang bocor,” jelasnya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H Muhtar mengatakan, untuk pelayanan publik khusus pelanggan PTAM Giri Menang harus ada langkah alternatif, sehingga tidak memberikan kekecewaan pada pelanggan. Apalagi awal bulan seperti penagihan maupun pembayaran ke kantor pusat pasti ramai. “Kita harapkan disosialisasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang selaku anggota tim Satgas Covid-19 Kota Mataram mengatakan, untuk klaster perkantoran memang di Kota Mataram masih terjadi. Makanya dia selalu bilang dan ingatkan untuk sama sama mencegah potensi penularan. “Semua harus terlibat dan berada pada posisi ikhtiar yang sama, supaya hasil kerja kita untuk mencegah makin banyaknya penularan bisa lebih efektif,” tegasnya.

Dikatakan Martawang, kalaupun pilihan penutupan kantor seperti PTAM Giri Menang sebagai salah satu cara memutus mata rantai penularan, maka itu harus dilakukan. Karena kalau tidak bisa berpotensi menularkan virus ke semua orang. “Mari kita sama-sama melakukan upaya sekecil apapun yang kita mampu perbuat, dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19,” pintanya. (dir)