Kantor LTSP Loteng Dirancang Bebas Pungli

Kantor LTSP Loteng Dirancang Bebas Pungli
CEK: Disnakertrans Lombok Tengah, BP3TKI Provinsi NTB dan Kepala Imigrasi Mataram saat meninjau lokasi Kantor Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Kabupaten Lombok Tengah, Selasa kemarin (15/8). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Kantor Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Lombok Tengah direcanakan akan beroperasi bulan September mendatang.

Pembentukan LTSP ini dirancang untuk mencegah terjadinya pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal. Pembentukannya pun dirancang sebagus mungkin dengan harapan tempat itu nantinya bebas dari pungutan liar (pungli). “LTSP ini kita rancang bebas pungli. Karena semua pelayanan terbuka dan dilengkapi dengan 12 CCTV di setiap bidang pelayanan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah H Masrun saat mengecek lokasi kantor LTSP, Selasa kemarin (15/8).

Menurut Masrun, pembentukan kantor itu dihajatkan untuk mencegah terjadinya pengiriman TKI ilegal. Juga akan meminimalisir banyaknya calon TKI yang bergentayangan dan meresahkan masyarakat. Kantor ini juga sudah ditinjau langsung oleh Kantor Imigrasi Mataram, BP3TKI, Dukcapil, BPJS, dan LTSP Provinsi NTB. Mereka melihat langsung kelengkapan sarana prasarana serta sistem yang akan diterapkan dalam melayani CTKI kedepannya. “Rencana realisasi LTSP ini kita harus mulai, walau secara bertahap,” katanya.

Kepala BP3TKI Provinsi NTB, Mucharom Ashadi mengatakan, realisasi LTSP Lombok Tengah ini sejatinya akan dilaksanakan bulan Juli. Tetapi, ada beberapa hal sehingga lewat dari target. Untuk itulah, BP3TKI bersama Kantor Imigrasi Mataram melihat lokasi yang disiapkan Disnakertrans Lombok Tengah. ‘’Bulan September 2017 ini, LTSP Lombok Tengah harus dimulai karena saya melihat semua persiapan sudah maksimal,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya sudah menyiapkan peralatan untuk pembuatan paspor, penerbitan KTP. Begitu juga dengan personel sudah siap. Sehingga tinggal menunggu ruangannya jadi. Dan, tinggal menunggu pemasangan sarana dan prasarana peralatan lainya. ‘’Untuk anggaran peralatan pembuatan paspor satu set itu Rp 25 miliar.  Begitu juga dengan mesin pembuatan KTP Rp 2,5 miliar. Semuanya sudah kita siapkan,” tambahnya memastikan.

Hal yang sama disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Romi Yudianto,  pihaknya sudah siap untuk memberikan pelayanan pembuatan paspor TKI di LTSP Lombok Tengah. Hanya saja, pihaknya masih menunggu pemasangan peralatan seperti server dan lainya. ‘’Dari Imigrasi sudah siap. Dan paspor bisa dicetak langsung di sini nantinya tanpa harus ke Mataram,” terangnya.

Romi menegaskan, beroperasinya LTSP itu lebih cepat lebih baik. Sementara untuk persiapan yang belum ada dia berharap agar satu atau dua minggu sudah disiapkan. “Untuk alat server masih di Jakarta dan secepatnya akan kita ambil, masih ada yang perlu dilengkapi. Namun, sebenarnya sudah tidak ada masalah dan secepatnya  bisa beroperasi,” tandasnya. (cr-met)