Kantor DPRD Dompu Disegel

Kantor DPRD Dompu Disegel
SEGEL: Anggota DPRD Dompu Ikwahyuddin AK tengah menyegel pintu masuk Kantor DPRD Dompu Senin kemarin (20/3). (ABDUL MUIS/RADAR DOMPU)

DOMPU-Kantor DPRD Dompu disegel oleh anggota  dewan setempat, Ikwahyuddin AK,  Senin kemarin (20/3).

Pintu utama kantor dipalang dengan kayu dalam posisi melintang. Akibat pintu disegel, praktis kantor bagian barat itu tak bisa dipakai.Sejumlah tamu yang hendak bertemu dengan wakilnya di DPRD terpaksa pulang dengan raut wajah kecewa. ”Kok kantor disegel ya,” keluh dua tamu yang menenteng map sambil beranjak pulang.

Menurut Ikwahyuddin, penyegelan itu sebagai protes terhadap pimpinan,sudah tiga kali diundang anggota tapi tidak dihadiri. Hal itu berakibat berbagai agenda kegiatan ikut terhambat. ”Sudah tiga kali kami undang, tetapi tidak dihadiri, rapat selalu batal,” tandas Iwahyuddin.

[postingan number=3 tag=”segel”]

Dikatakanya, ada hal yang sangat krusial kenapa rapat harus segera digelar. Selain untuk melaksanakan sejumlah agenda yang sudah dibanmuskan, sekaligus merumuskan hasil reses pertama 2017. Supaya dapat dituangkan dalam rencana pembangunan daerah.

Dijelaskan, DPRD baru saja melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Hasil reses ini kata dia akan dituangkan dalam pokok pikiran (Pokir). Untuk disampaikan dalam Musrenbang serta rencana kerja.  Kemudian akan dipertajam melalui rencana penganggaran ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

”Hasil reses harus kami sampaikan dan dikawal,  agar aspirasi masyarakat tidak terbaikan,” papar Ikwahyuddin.

Karena itu, politisi PAN ini tidak mengijinkan siapapun untuk membuka segel kantor tersebut, kecuali pimpinan DPRD.  Dengan cacatan harus bersedia untuk rapat. ”Saya ingatkan agar siapapun tidak boleh membuka segel ini, kecuali pimpinan DPRD,” tandasnya.

Aksi segel kantor itu kemarin disaksikan oleh beberapa anggota DPRD lain. Diantaranya, Abdullah (PKS), Guru Din SH (PBB). Mereka tampaknya tak menunjukkan reaksi mendukung atau menolak atas aksi Ikwahyuddin.Mereka hanya diam saja. ”Kami mendukung cara berpikirnya (Ikwahyuddin,red), tetapi tidak dengan menyegel kantor,” jelas Abdullah ketika ditanya sikapnya atas aksi rekannya itu.

Secara terpisah Ketua DPRD Dompu Yuliadin Bucek membantah kalau tidak menghadiri rapat. Diakuinya, pihaknya agak sedikit terlambat hadir kemarin. ”Saya hadir kok, mereka yang buru-buru pulang,”sesal Bucek dikantornya siang kemarin.

Bucek menyatakan, berbagai agenda memang harus diselesaikan karena itu diundang anggota untuk rapat. ”Rapat terpaksa kita tunda besok (selasa hari ini,red),” sesal Bucek. (am)