Kantor Bupati Sumbawa Diteror Bom

Kantor Bupati Sumbawa Diteror Bom
TEROR: Polisi mengamankan benda yang diduga bom di Kantor Bupati Sumbawa Rabu dini hari lalu (16/8). (IST/RADAR SUMBAWA)

MATARAM—Kiriman paket mencurigakan yang diduga mengandung bahan peledak  kembali terjadi di NTB.

Setelah sebelumnya Polres Mataram, kali ini giliran kantor Bupati Sumbawa yang mendapat kiriman barang mencurigakan ini. Barang mencurigakan ini berbentuk pipa paralon dengan panjang 21 cm berdiameter 9,5 cm berisi bahan peledak dan  diletakkan di pintu gerbang sebelah timur kantor Bupati Sumbawa di Jalan Garuda No 1 Sumbawa Besar Rabu lalu (16/8). ” Memang benar ada penemuan barang mencurigakan di depan pintu gerbang kantor Bupati Sumbawa. Pertama kali ditemukan Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 wita,” ujar Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, Kamis kemarin (17/8).

Penemuan barang mencurigakan ini pertama kali diketahui oleh Sapriandi, personel Pol PP Kabupaten Sumbawa yang sedang patroli piket malam di komplek kantor Bupati Sumbawa. ” Saat dia melakukan partoli malam, dia melihat ada tangan seseorang yang meletakkan barang mencurigakan  di depan halaman gerbang kantor bupati Sumbawa,” katanya.

Sapriandi lalu menghubungi tim piket lainnya. Selanjutnya dilaporkan ke Mapolres Sumbawa. Pukul 03.15, petugas piket Polres Sumbawa  menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan disertai pemasangan garis polisi. Setelah itu,  unit Penjinak Bom (Jibom) didatangkan ke lokasi.

Barang yang dicurigai rakitan bom ini kemudian dibawa ke subdit Gegana di Sumbawa. Setelah itu dilakukan penguraian (discrupter) oleh kepolisian. Proses penguraian ini tidak menghasilkan ledakan.Isi dari pipa paralon yang diduga bom ini yakni paku ukuran 5 cm sebanyak 202 buah dan paku ukuran 7 cm berjumlah 83 buah. Kemudian bahan peledak (handak) terdiri dari pupuk urea dicampur dengan minyak tanah dengan berat 205 gram. Switch jam beker. Power berjenis Batrai 1,5 V. Kawat berbentuk per dan Lampu LED. ‘’ Ternyata memang ada barang-barang material yang bisa membahayakan orang lain,’’ jelasnya.

Benda ini  diakui Firli, memang memenuhi syarat dan kriteria bahan peledak. ‘’ Kalau orang umum mengatakan itu bom, silahkan saja. Tetapi setelah kita urai ada komponen-komponen yang bisa menjadi bahan peledak,’’ katanya.

Polisi saat ini masih melakukan  penyelidikan terhadap pelaku. Ciri-ciri pelaku kata Kapolda berdasarkan keterangan saksi ada yang mengaku melihat. Namun, hal tersebut belum bisa dijadikan patokan. ‘’ Tetapi dilihatnya itu di dalam kegelapan. Ada seorang yang melintas. Mungkin dilihat bayangannya, karena curiga kemudian dilaporkan ke kepolisian,’’ bebernya.

Mengenai barang mencurigakan ini adanya kemiripan dengan yang diterima di Polres Mataram. Kapolda mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi. Biarpun jenis barangnya sama namun dirinya belum bisa memastikan pelakunya masih satu jaringan.

Firly mengaku bersyukur dan bangga kesigapan anaknya di lapangan.  Tindakan cepat ini bisa mencegah terjadinya ledakan. ‘’ Alhamdulillah dengan cepatnya reaksi dari kawan-kawan Brimob. Sehingga tidak  terjadi ledakan,’’ katanya.

Sekretaris Dinas Satpol PP Sumbawa, Tata Kostara yang dikonfirmasi di kantornya, mengaku mendapat informasi dari anggotanya sekitar pukul 03.00 Wita. Saat ke lokasi sudah ada anggota polisi dan Brimob. Lokasi juga sudah dipasangi policeline. Benda yang dicurigai bom ini sudah diangkut Brimob.

Pihaknya belum mengetahui apa hasilnya. Tata juga tidak ingin berspekulasi terlalu jauh mengenai penemuan benda diduga bom itu. Karena masih dalam penyelidikan polisi. Selain itu anggotanya yang piket juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa.

Bahkan tiga anggotanya yang piket yakni Sapriadi, Zulfadli dan Sukriadi, sempat melihat seseorang meletakkan benda itu di gerbang timur Kantor Bupati. ‘’Anggota saat itu berjarak sekitar 30 meter dari gerbang, terkejut melihat orang yang berjalan lalu berhenti meletakkan benda itu di gerbang. Karena curiga, anggota langsung menghubungi polisi,” ujar Tata.

Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo yang dikonfirmasi mengatakan, memang benda tersebut bentuknya menyerupai bom. Namun, kapolres menegaskan bahwa benda tersebut bukan bom. ‘’Saya klarifikasi bahwa barang yang dicurigai itu bukan sebuah bom. Itu isinya hanya pipa dan beberapa barang yang dibuat seolah-olah menyerupai bom. Di dalamnya ada jam, kabel dan paku. Tapi setelah diurai oleh tim dari Jibom Gegana Brimob, itu bukan merupakan sebuah bom,’’ terang kapolres.

Menurut kapolres, pelaku diduga memiliki niat untuk melakukan teror. Apalagi sejauh ini Kabupaten Sumbawa dikenal dengan wilayah yang kondusif. Sehingga pelaku mencoba untuk membuat riak-riak di Sumbawa.

Meski dengan adanya kejadian itu, kapolres menyatakan kondisi Kabupaten Sumbawa masih aman. Menjaga kondusivitas dan keamanan daerah ini merupakan komitmen bersama dalam rapat yang digelar Bupati bersama jajarannya dan Forkopimda. Meskipun masih tergolong aman, aparat Bersama masyarakat juga tidak boleh lengah, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

‘’Itu tidak menyurutkan tupoksi kami untuk tetap melakukan pengamanan. Dan itu merupakan suatu warning, agar kita bersama seluruh lapisan masyarakat, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk lebih waspada. Kami juga baru rapat bersama jajaran muspida, FKPD, agar seluruh lapisan masyarakat ini lebih waspada kaitan Hari Kemerdekaan RI,’’ pintanya.

Terhadap pelaku, sejauh ini penyidik Polres Sumbawa sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan rekaman CCTV di sekitar TKP.  Sementara ini, berdasarkan keterangan dari saksi terduga pelaku dalam kejadian ini baru satu orang.  Kapolres juga membenarkan bahwa tim dari Polda NTB juga sudah turun ke Sumbawa, kemarin. Tim ini turun untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. ‘’Iya, ini join ivestigasi,” pungkas kapolres.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc angkat bicara mengenai penemuan benda yang menyerupai bom di luar gerbang sebelah timur kantor bupati. Dalam hal ini, bupati menegaskan bahwa pihaknya tidak gentar atas upaya yang dinilai untuk menakut-nakuti itu.

Menurut bupati, kemungkinan pelakunya adalah individu atau kelompok yang tidak senang Sumbawa maju dan hebat. Bupati mengaku belum menerima laporan apakah barang yang menyerupai bom itu benar-benar bom. Upaya itu dinilai hanya untuk menakut-nakuti masyarakat Sumbawa. ‘’Alhamdulillah saya tidak gentar. Saya juga tidak takut,” tegas bupati kepada wartawan saat ditemui seusai Upacara HUT RI ke-72, kemarin.

Dalam hal ini, bupati menegaskan bahwa pihaknya tidak takut atas teror ini. Karena jika dilihat dari lokasinya saja tidak rasional menjadi sebuah ancaman. Pasalnya, penempatan barang itu di luar pintu gerbang. Pintu tersebut juga bukan pintu utama yang setiap saat dilalui. Belum tentu juga ancamannya kepada pemerintah. Bisa jadi itu ancaman bagi pejalan kaki atau pengguna jalan.

Bupati mengatakan, sepertinya aksi tersebut tidak serius. Apabila pelakunya benar-benar serius, pasti pelakunya masuk ke dalam kantor. Dalam hal ini pelaku diduga hanya ingin coba-coba. Menurut analisa bupati, pelakunya hanya ingin mengganggu saja.

Bupati mengatakan, sudah sewajarnya kasus ini ditangani aparat kepolisian. Sebab polisi merupkan aparat keamanan. Karena itu, diharapkan kepada polisi agar bisa mengungkap alasan pelaku. Kemudian melakukan analisis terkait kejadiannya. ‘’Mudah-mudahan nanti kita temukan apa sesungguhnya alasannya. Saya sudah minta kepada pak kapolres. Itu sungguhan atau main-main, itu bukan soal. Tetapi ini merupakan gangguan keamanan. Karena nanti orang akan berpikir itu ada bom. Bahkan itu dikatakan di dalam ruangan bupati. Kan tempatnya sangat jauh, bukan di area kantor bupati, tapi di luar,” imbuhnya.

Pascakejadian ini, lanjut bupati, tidak akan dilakukan peningkatan keamanan di sekitar Kantor Bupati. Pengamanan akan dilakukan seperti biasa. Karena dia melihat upaya ini hanya coba-coba saja. (gal/run)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid