Kantor Bupati Lombok Tengah Rawan Curanmor ?

Kantor Bupati Lombok Tengah Rawan Curanmor
TUNJUKAN: Salah seorang pegawai Pemkab Lombok Tengah menunjukan helm milik korban yang ditinggalkan pelaku. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Keamanan di Kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng) betul-betul tak terjamin. Pasalnya, aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditempat itu sering terjadi. Padahal belum lama ini, motor milik salah satu staf di sekertariatan daerah (setda) hilang di depan ruangan bupati. Kemarin (17/1), kembali motor dinas jenis Suzuki KLX yang dibawa salah seorang pegawai setempat bernama Maryono raib digondol maling.

Lagi-lagi, motor itu diparkir sekitar 10 meter dari ruangan wakil bupati Lombok Tengah. Saat kejadian, korban masih melaksanakan tugasnya. Namun betapa kagetnya dia ketika jam istirahat mengetahui motornya sudah tidak ada.

Salah seorang pegawai Pemkab Lombok Tengah Sobri mengatakan kejadian sekitar pukul 12.00 wita. Saat itu, ada salah seorang pegawai wanita yang menginformasikan kepada dirinya. Bahwa ada seorang pria yang berpakaian preman masuk ke halaman kantor bupati dan mengambil kendaraan milik korban. “Saya pas keluar dikasih tau sama ibu itu (nama tidak diketahui). Kalau ada orang yang bawa kabur motor itu, ada yang masuk satu orang. Sementara satu temanya lagi menunggu di luar menggunakan Vario. Tapi dia mengira bukan pencuri. Makanya dia bilang kalau ada yang kehilangan motor maka pria itu yang mengambilnya. Karena dilihat kabur membawa motor itu dengan tergesa-gesa,” cerita Sobri saat ditemui di lokasi.

BACA JUGA :  Siti Aisyah Dituntut 3 Tahun Penjara

Hanya saja, tidak ada yang bisa dimintai keterangan lebih mendalam, pasalnya korban juga sudah tidak ada di lokasi. Namun saat kejadian, pelaku malah meninggalkan helm milik korban yang ditaruh di kendaraan itu. “Kejadianya sebelum Duhur. Makanya kita kaget juga sementara helm korban masih ada di tempat kejadian,” tuturnya.

Sekda Lombok Tengah HM Nursiah yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk menjaga keamanan dil ingkup kantor bupati. Selain menaruh CCTV, pihaknya juga sudah menyiapkan lokasi parkir yang khusus bagi para pegawai. Hanya saja, banyak pegawai yang tidak menaruh kendaraanya di tempat yang sudah disediakan. “Kita sudah sediakan tempat parkir dan bahkan ada CCTV tapi memang mereka susah dibilangin. Makanya ini menjadi pembelajaran agar kedepan para pegawai memarkir kendaraanya di tempat yang sudah disediakan,” imbuh Nursiah.

Terpisah, Kapolsek Praya IPTU Ketut Dewa Suardana menyampaikan pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus itu. Di sisi lain pihaknya meminta kepada Pemkab Lombok Tengah untuk lebih memperketat penjagaan. Terlebih jika kejadian itu bukan hanya terjadi satu kali. “Pelaku masih lidik, kita sudah olah tempat kejadian. Kita berharap dari pemkab agar lebih memaksimalkan penjagaan setidaknya dengan memasang CCTV di setiap sudut. Untuk mempersulit ruang gerak para pelaku kejahatan,” sarannya. (cr-met)