Kantor Bupati Lombok Barat Rusak, Pegawai Diliburkan

Kantor Bupati Lombok Barat
RUSAK: Seorang pegawai Pemkab Lombok Barat tengah mengecek kondisi bangunan kantor Bupati Lombok Barat yang rusak karena gempa kemarin. (HUMAS FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Gempa yang mengguncang Lombok, Minggu (5/8) merusak banyak fasilitas perkantoran, termasuk merusak kantor Bupati Lombok Barat di Giri Menang. Gedung pemerintahan Lombok Barat rusak di bagian atap. Khawatir bangunan roboh, aktivitas pelayanan pemerintahan diliburkan. Pegawai yang datang diminta pulang.

Dari pantauan koran ini kemarin, gerbang sebelah timur kantor bupati ditutup dan dijaga aparat Pol PP, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas.Dari informasi yang diterima, kerusakan gedung berada di lantai dua tepatnya di kubah utama. Material ornamen bangunan hancur berjatuhan.

BACA JUGA: Eksodus Wisatawan, Bandara LIA Buka 24 Jam

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid langsung menggelar rapat dengan semua pimpinan SKPD yang dilanjutkan dengan memantau kondisi warga Lobar yang menjadi korban gempa. Tidak hanya aktivitas pelayanan di pusat pemerintah yang diliburkan, tetapi juga kantor pelayanan yang ada di tempat lain seperti di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Di hari normal, kantor Dukcapil selalu ramai oleh warga yang mengurus identitas kependudukan mereka. Namun kemarin kondisinya sepi.

Dari pantauan tim, kondisi bangunan kantor bupati cukup mengkhawatirkan. Melihat kondisi fisik kantor, Sekda H. Moh.Taufiq memerintahkan pegawai tidak melakukan aktivitas untuk sementara karena khawatir terjadinya gempa susulan.”Sebaiknya aparat jangan bekerja dulu kalau kondisi kantor kita seperti begini,” kata Taufiq.

Sementara itu di tempat terpisah dampak gempa terjadi di RSUD Awet Muda Narmada. Beberapa ruangan tampak rusak dan pasien terpaksa diungsikan ke luar ruangan. Hingga sekitar pukul 11 pagi kemarin, korban mulai memenuhi rumah sakit. Pasien kebanyakan berasal dari Desa Selat.”Pasien berdatangan. Korban luka-luka dan patah tulang rata-rata akibat tertimpa bangunan. Untuk sementara kita lakukan tindakan di luar di aeral parkir sini,” jelas Kepala Seksi Penunjang RSUD Awet Muda Narmada, Rahma Isma.

Termasuk pasien melahirkan pihaknya belum berani karena kondisi UGD dan ruangan lain parah. Melihat kondisi yang terjadi, Sekda menggelar rapat tim penanganan bencana gempa. Hasilnya disepakati sejumlah kepala SKPD ditunjuk menjadi coordinator di kecamatan yang terkena dampak gempa. Koordinator ini termasuk juga bertanggungjawab soal bantuan ke korban.” Silahkan segera mungkin jangan berdebat, kita langsung membentuk tim,” ungkap bupati.

BACA JUGA: Kisah Korban Selamat Tertimpa Reruntuhan Gempa Bumi 7.0 Skala Richter

Setelah itu masing-masing tim menggelar rapat internal untuk membahas tugas dan operasionalnya. Bupati Fauzan Khalid dan jajaran kemudian turun memantau lokasi. (ami)