Kantor Bupati Dilempari Telur Busuk

TANJUNG-Puluhan pendemo yang mengatasnamakan diri Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) bersama sejumlah tenaga kontrak yang tidak diperpanjang, berunjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (16/5).

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat yang berjaga di depan pintu masuk. Bahkan salah seorang pendemo melempari tangga kantor bupati dengan telur busuk. Selain itu aksi demo diwarnai pembakaran seragam coklat di depan pintu masuk kantor bupati.

Sebanyak 10 orang pendemo ini sendiri diterima Wakil Bupati KLU, Sarifudin bersama Sekda Suardi Asisten I Kholidi Halil, dan Asisten III Zulfadli di ruangan bupati secara tertutup. Bupati diwakilkan karena tengah melaksanakan rapat kepariwisataan dengan stakeholder terkait tepat di samping ruangan penerimaan para pendemo.

Koordinator LPKP KLU, Farhan Musadik menuntut, agar Pemerintah KLU memperpanjang tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi sebelum tahun 2015. Karena sesuai dengan apa yang didengungkan selama ini oleh Pemerintah KLU, tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi akan dipertahankan, tidak dikeluarkan. “Namun dalam faktanya, justru banyak tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi malah tidak diperpanjang, sementara banyak yang baru, bahkan ada yang baru-baru dari luar KLU direkrut,” protesnya.

Farhan sendiri menyebut, terdapat sekitar 15 orang tenaga kontrak baru yang notabane dari dari luar KLU. Diantaranya ada di Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan Puskesmas Santong serta sejumlah SKPD lainnya. “Dan sekarang, mereka yang dari luar KLU ini sedang mencari kos-kosan,” terangnya.

Farhan menuturkan, dalam pertemuan tertutup tersebut, Pemerintah KLU menyepakati agar tenaga kontrak yang lama mengabdi namun belum mendapatkan perpanjangan kontrak untuk diakomodir, termasuk untuk pemabayaran gaji. “Mereka berjanji akan melakukan kajian, dan Agustus mereka berjanji akan melakukan evaluasi untuk mengakomodir yang belum diperpanjang, termasuk gaji mereka,” terangnya.

Menanggapi kesepakatan yang disampaikan Farhan ini, belum ada pejabat yang mengomentari. Wakil Bupati KLU, Sarifudin yang ditunggu keluar dari ruangan, sangat lama keluar. Bahkan alasan ajudan belum bisa ditemui karena sedang istirahat akibat kurang enak badan.

Sementara itu Asisten III Setda KLU, Zulfadli langsung ngacir saat didekati wartawan. Alasannya terburu-buru mengikuti sidang paripurna DPRD KLU. Kemudian Asisten I Setda KLU, Kholidi Halil mengatakan, bukan ranahnya mengomentari itu, kendatipun dirinya ikut hadir. Kemudian Sekda KLU, Suardi yang ditunggu keluar dari ruangan juga sangat lama keluar.

Terkait dengan tudingan adanya tenaga kontrak baru dari luar KLU yang direkrut di Dishubkominfo KLU sendiri, dibantah Kepala Dishubkominfo KLU, Sinar Wugiyarno. Menurutnya, memang ada dua tenaga kontrak yang mengabdi lama sejak 2010, namun belum pernah dibuatkan surat perjanjian kontrak. Dua orang ini kemudian pada 2016 diberikan surat perjanjian kontrak. Keduanya sama sekali bukan orang luar KLU.

Namun Sinar sendiri tidak memungkiri, bahwa ada orang-orang yang tidak mendapatkan surat perjanjian kontrak pada tahun ini, meskipun pada tahun sebelumnya mendapatkan surat perjanjian kontrak. Hal tersebut dikarenakan kuota tenaga kontrak yang terbatas diberikan.

 Sementara itu Kepala Puskesmas Santong, Rasiatun yang dihubungi via telepon dan pesan whatsapp belum memberikan respon menanggapi adanya tenaga kontrak baru dari luar KLU di Puskesmas Santong. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid