Kanit Dikpora Pringgabaya Pantau Program Sarapan Bersama

PANTAU SARAPAN: Kanit Dikpora Kecamatan Pringgabaya, Sanusi, S.Pd. M.Pd, didampingi Kasek SDN 5 Pringgabaya, Alimun, S.Pd, saat memantau hari pertama penerapan program sarapan bersama kemarin (6/3) (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Setelah dilaunching pada bulan Februari lalu di SDN 1 Labuhan Lombok, program pekan sarapan nasional siswa Sekolah Dasar (SD), mulai Senin kemarin (6/3) mulai diterapkan di sekolah-sekolah. Kanit Dikpora Kecamatan Pringgabaya, Sanusi, S.Pd. M.Pd, langsung memantau pelaksanaan kegiatan tersebut di SDN 5 Pringgabaya, sekaligus mengikuti kegiatan apel bendera.

Sanusi mengatakan, program ini merupakan gagasan Kementerian Kesehatan RI melalui Dikes Lotim, bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan RI, melalui Dikbud Lotim, dalam upaya untuk mewujudkan gizi seimbang bagi anak-anak, sehingga bebas dari berbagai penyakit. “Disamping merupakan program nasional, hal ini juga sekaligus sebagai upaya membiasakan anak-anak untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah,” katanya.

Mengingat sarapan belum menjadi kebiasaan bagi sebagian besar anak-anak, sehingga dikatakan hal ini perlu digalakkan melalui program pekan sarapan nasional ini. Program sarapan nasional ini mulai diberlakukan di 56 SD yang ada di Kecamatan Pringgabaya pada Senin kemarin.

[postingan number=3 tag=”dikpora”]

Diharapkan hal ini nantinya akan dapat menjadi kebiasaan, sehingga anak-anak dapat terhindar dari berbagai penyakit, dan daya serap anak dalam belajar atau menerima pelajaran akan semakin baik. “Saya berharap wali siswa atau masyarakat mendukung sepenuhnya kegiatan ini, agar anak-anak menjadi biasa sarapan sebelum berangkat sekolah. Sekaligus kepada Puskesmas dan Camat juga dapat mensosialisasikan hal ini di masyarakat,” katanya berharap.

Sebanyak 303 siswa SDN 5 secara serentak usai pelaksanaan apel bendera kemarin melakukan sarapan bersama di kelas. Dibimbing oleh guru kelas masing-masing, kegiatan sarapan bersama di hari pertama kemarin berjalan lancar dan disambut riang oleh anak-anak.

Sementara Kepala SDN 5 Pringgabaya, Alimun, S.Pd, mengatakan bahwa program ini sangat tepat guna meminimalisir dampak anak sakit lantaran tidak sarapan. “Anak-anak sering sakit, dan bahkan pingsan lantaran mereka tidak sarapan dari rumah,” bebernya.

Sehingga melalui program pekan sarapan nasional ini, diharapkan anak-anak yang sakit atau pingsan dapat diminimalisir, dan bahkan dicegah. Rencananya kegiatan ini nantinya akan didanai BOS dengan menganggarkan untuk masing-masing anak sebesar Rp. 3 ribu. Karena yang dibiayai BOS hanya sekali dalam dua minggu, maka diharapkan pula peran serta orang tua siswa untuk dapat membiasakan anak-anak mereka sarapan sebelum berangkat sekolah. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid