Kangkung Lobar Makin Diminati Pasar Ekspor

KANGKUNG : Sejumlah petani tengah memanen kangkung di areal persawahan Desa Kediri Selatan Kecamatan Kediri, Jumat (14/1). (Rasinah Abdul Igit/Radar Lombok)

GIRI MENANG- Lahan tanam kangkung di Lombok Barat diperluas untuk memenuhi permintaan pasar. Saat ini, berdasarkan data Dinas Pertanian Lobar, luas areal tanam kangkung mencapai lebih dari 300 hektare. Kualitas kangkung Lobar yang lebih unggul dibanding kangkung daerah lain membuat pemasarannya tembus ekspor.

Jumat (14/1), sejumlah petani di Desa Kediri Selatan Kecamatan Kediri, sedang memanen kangkung di areal persawahan setempat. Muhsan (45), pemilik sawah, menjelaskan panen kangkung dilakukan empat bulan sekali dengan hasil sekitar 7 ton per hektar. “Sudah ada pembelinya. Tinggal kita petik saja,” ungkap Muhsan.

Kangkung yang dipanen petani Kediri tidak sampai dijual ke luar daerah, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal, terutama kebutuhan rumah makan dan hotel. kangkung Lobar dikenal lebih unggul dari segi tekstur dan rasa karena kualitas air dan tanah tempatnya ditanam lebih baik.

Kepala Dinas Pertanian Lobar, H. Mujur Zohri, mengklaim kangkung Lobar sudah dipasarkan hingga mancanegara sejak beberapa tahun terakhir. Di dalam negeri, ada peningkatan pemesanan kangkung dari Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya. ” Lahan tanam kangkung kita sudah lebih dari 300 hektare. Kita akan perluas lagi untuk memenuhi permintaan yang meningkat, ” ungkap Muhur.

Kangkung yang dihasilkan Lobar ada dua jenis yaitu Nona dan Aini. Kangkung jenis Nona adalah kangkung yang mulus sedangkan Aini daunnya memiliki gerigi.

Daerah penghasil kangkung di Lobar tersebar di tujuh kecamatan. Yakni Lingsar, Narmada, Labuapi, Batulayar, Gunungsari, Kediri dan Gerung.(git)