Kampung Lobster Jerowaru Kirim 88.651 Kg Lobster ke Jakarta

illustrasi

MATARAM – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram Obing Hobir As’ary menyebut bahwa Kampung Lobster Telong Elong, Desa Jerowaru, Lombok Timur pada kuartal 1-2022 telah mengirim sedikitnya 88.349 kilogram (kg) lobster hidup dan 302 kg lobster mati ke Jakarta. Dengan demikian total lobster yang dikirim ke Jakarta sebanyak 88.651 kg.

“Pada periode Januari – Maret 2022, petani lobster Lombok telah mengirim lobster hidup ke Jakarta sebanyak 449 kali dan lobster mati 11 kali dengan tujuan DKI Jakarta,” kata Hobir, kemarin.

BACA JUGA :  Kasus Kolam Labuh Labuhan Haji, BPKP Minta Keterangan Enam Saksi

Obing memastikan kualitas lobster yang dikirim ke DKI Jakarta, baik yang dalam keadaan hidup maupun mati dijamin kualitasnya bagus dan siap konsumsi.  Produk lobster asal Lombok ini sudah melalui prosedur budidaya yang dipantau kualitasnya. Terlebih lagi BKIPM berperan langsung sebagai quality ansurance atau penjamin kualitasnya, termasuk pengendalian penyakit. Sehingga lobster asal Lombok yang dikirim memang sehat dan berkualitas.

Pembudidaya lobster Lombok mengalami kekurangan benih, sehingga jumlah produksi belum bisa ditingkatkan secara signifikan.

“Benih kurang karena pakan di lokasi juga kurang, lobster ini kan makanannya kerang-kerangan. Di lokasi kerang itu jumlahnya tidak banyak, apalagi saat musim hujan,” terang Obing.

BACA JUGA :  Lotim Dapat Penghargaan dari Kementerian Keuangan

Disebutkan Obing, kurangnya produksi benih di kampung Lobster yang ada di Lombok membuat harga mahal hingga mencapai Rp 26 ribu per ekor.  Harganya tinggi, informasi di lapangan didapatkan harganya memang tinggi, karena kurangnya jumlah produksi dibanding kebutuhan untuk budidaya.  Untuk diketahui Kampung Lobster diresmikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak Maret 2022 di atas lahan seluas 42,14 hektar. Jumlah pembudidaya lobster yang terlibat mencapai 1.762 orang yang tergabung dalam 147 kelompok pembudidaya di Lombok. (luk)