Kampung Kuliner dan Kampung Fashion Hadir di Taman Budaya

MATARAM—Memeriahkan dan mengisi kegiatan selama bulan Ramadan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, bekerjasama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB, Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) NTB, dan Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) NTB, selama seminggu, 20 – 27 Juni 2016, menggelar Festival Pesona Ramadan Lombok Sumbawa.

Giat kepariwisataan NTB yang pelaksanaannya terpusat di Taman Budaya NTB itu berlangsung sangat meriah. Dimana di jalan lingkungan Taman Budaya NTB, pada sisi sebelah barat disulap menjadi Kampung Ramadan, berisi deretan stan-stan yang menyajikan aneka kuliner dan pernak-pernik kerajinan khas NTB. Sementara di jalan lingkungan Taman Budaya NTB sebelah timur, berderet tenda-tenda yang menjual aneka macam busana muslim, sehingga dinamakan Kampung Fashion.

“Untuk kegiatan Bazar Ramadan, baik untuk Kampung Kuliner di sisi sebelah barat maupun Kampung Fashion di sisi sebelah timur, merupakan hasil kerjasama dengan IWAPI NTB,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, sekaligus Ketua Panitia, HL Moh. Faozal, dalam laporannya, ketika pembukaan kegiatan, Senin kemarin (20/6).

Selain itu lanjut Faozal, kesempatan ini juga diserahkan sertifikat halal untuk sejumlah pengusaha hotel maupun restaurant yang beroperasi di NTB, sebagai pendukung kepariwisataan Lombok Sumbawa yang kini sedang gencar-gencarnya promosi wisata halal, atau friendly tourism. “Demikian para anggota Asita NTB, turut memperkenalkan paket-paket wisata halal yang belum lama ini telah di launching,” tuturnya.

Menurut Faozal, yang juga Pelaksana Tugas Direktur Politeknik Pariwisata Lombok ini, Pekan Festival Pesona Ramadan Lombok Sumbawa di Taman Budaya NTB ini dijadwalkan dibuka Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi. Namun lantaran ada kegiatan lain, pembukaan Festival Pesona Ramadan akahirnya dibuka secara resmi oleh Sekda NTB, DR Rosiadi Sayuti, yang ditandai dengan pengguntingan pita bersama sejumlah undangan.

Pembukaan kegiatan juga dihadiri DR Ahman Sya, Deputi Pengembangan Kepariwisataan Kemenpar RI, Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Saptono, Danlanud Mataram, Danrem, dan puluhan General Manajer Hotel se-Lombok.

Dijelaskan Faozal, Festival Pesona Ramadan Lombok Sumbawa ini merupakan salah satu even menuju Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXVI.

“Untuk mendukung MTQ itu, ada 40 taksi, 74 Damri, dan sejumlah koperasi angkutan yang siap mendukung MTQ Nasional pada Juli 2016 mendatang tersebut,” kata Faozal, sambil menunjuk ke arah deretan Bus Damri dan puluhan taksi yang parkir di depan arena pembukaan Festival Pesona Ramdan Lombok Sumbawa.

Dipaparkan Faozal, even yang baru pertama di gelar di NTB ini selain menggelar Kampung Ramadan (Kuliner), dan Kampung Fashion, juga ada sedikitnya tujuh mata lomba bernuansa Islam. Antara lain yaitu lomba fashion show muslim, bazar ramadhan, festival bedug, pesona 1000 masjid, photo kontes, lomba kaligrafi Islam, dan lomba menulis sejarah Islam.

“Pesona 1000 masjid yang dilombakan adalah kebersihan masjid-masjid dan manajemen masjid, terutama di daerah-daerah tujuan wisata. Total hadiah yang disediakan untuk lomba ini Rp 20 juta,” beber Faozal.

Sementara untuk Festival Bedug, nantinya akan melibatkan sekolah-sekolah. Peserta akan menampilkan kreasi siswa dalam memainkan bedug maupun perkusi. Sedangkan untuk lomba menulis sejarah Islam, bakal diikuti peserta umum. Materinya bisa tentang sejarah Islam masuk ke Lombok atau Sumbawa, termasuk sejarah perkembangan Islam di Lombok dan Sumbawa.

“Kita berharap Festival Pesona Ramadan ini bisa menjadi media promosi kekhasan masyarakat di Pulau Lombok dan Sumbawa dalam menyambut datangnya bulan Ramadan,” jelas Faozal.

Acara pembukaan juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat lahan untuk Politeknik Pariwisata Negeri Lombok. “Perguruan tinggi pariwisata ini sudah dibuka. Saat ini sudah ada 40 calon mahasiswa baru Politeknik Pariwisata Negeri Lombok,” ungkap Faozal.

Sedangkan Sekda NTB, DR Rosiadi Sayuti dalam sambutan mewakili Gubernur NTB juga sempat menyinggung awal mula sejarah dibukanya Politeknik Pariwisata Negeri Lombok ini. “Politeknik Pariwisata Negeri Lombok ini merupakan salah satu perguruan tinggi impian kita dulu,” kata mantan Kepala Dinas Dikpora NTB ini.

Sebagai Kepala Dinas Dikpora lanjut Rosiadi, pihaknya memang bermimpi untuk mewujudkan keberadaan perguruan tinggi pariwisata di NTB. “Kami bahkan sempat diskusi dengan Dikti Kemendiknas. Namun ternyata untuk perguruan tinggi pariwisata adalah ranah dari Kementerian Pariwisata, dan otomatis juga menjadi kewenangan dari Kepala Disbudpar NTB. Untuk itu, selamat saya ucapkan kepada Pak Faozal, Kepala Disbudpar NTB, yang sekaligus Plt Direktur Poltekpar Lombok,” ucapnya.

“Namun Tuhan itu maha adil, dahulu ketika saya menjabat Kadis Dikpora memiliki mimpi untuk mewujudkan Poltekpar Lombok. Tapi sekarang, dengan menjabat sebagai Sekda NTB, Alhamdulillah, saya juga berkesempatan menyerahkan sertifikat lahan untuk pembangunan gedung Poltekpar Lombok. Jadi ya masih ada kaitannya lah,” kelakar Rosiadi, yang disambut tawa dan aplaus para tamu undangan. (gt)

BACA JUGA :  Menikmati Keindahan Air Terjun Tiu Candi Sambik Elen