Kampung Hortikultura di Lombok Tengah, Yuk Mampir!

INDAH: Inilah hamparan Kampung Horti  di Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah yang di-launching, Kamis (27/5). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Pemkab Lombok Tengah meluncurkan kampung horti yang dirangkaikan dengan penyerahan kartu asuransi tani serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian. Kegiatan yang dilakukan di wilayah binaan Kelompok Tani Jihad Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah ini, dengan harapan kedepan daerah tersebut mampu menjadi penyumbang komuditas hortikultura.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menyatakan, sektor pertanian di Lombok Tengah masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi, setelah sektor pariwisata. Sehingga fokus pembangunan Lombok Tengah masih pada Agriculture, Tourism And Marine (ATM). Bahkan tercatat data BPS tahun 2020, sektor pertanian pada komoditas hortikultura mengalami peningkatan sebesar 7,85 persen. “Salah satu upaya untuk peningkatan komoditas hortikultura adalah pengembangan kawasan berbasis korporasi di sektor holtikultura. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada para petani yang sudah berpartisipasi dalam terbangunnya kawasan hortikultura skala ekonomi melalui pengembangan kampung hortikultura ini,” ucap Pathul Bahri saat me-launching Kampung Horti, Kamis (27/5).

BACA JUGA :  Dua Jalur Dipasangkan Trafficlight

Pihaknya menegaskan, tujuan terbentuknya kampung holtikultura ini adalah sebagai pemenuhan kebutuhan produk segar dan olahan dalam negeri, pengembangan agrowisata dan agroeduwisata serta pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hortikultura dalam menghadapi kemajuan daerah. “Kampung horti ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Kawasan holtikultura fokus pada komunitas unggulan hortikultura dengan penggunaan benih bermutu. Penerapan good agricultural process, serta dapat dijadikan kawasan agrowisata kedepannya dan petani sebagai penggerak ekonomi desa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lombok Tengah, Lalu Iskandar menegaskan, kampung horti ini selain sebagai lokasi untuk menanam berbagai macam sayuran. Di satu sisi ini juga menjadi lokasi untuk dilakukan kegiatan ekstrakulikuler bagi para santri untuk bagaimana menjadi petani yang sukses. “Kita jadikan Kelompok Tani Jihad Desa Jurang Jaler sebagai lokasi untuk launching kampung horti. Karena memang kelompok inilah yang selama ini konsisten menanam berbagai holtikultura. Bahkan lokasi ini dijadikan sebagai lahan edukasi bagi para santri yang berada di wilayah Desa Jurang Jaler,” terangnya.

BACA JUGA :  Warga Bagu Keluhkan Pembangunan Tower XL

Ia menegaskan, dengan adanya kampung horti ini, kedepan pihaknya berharap agar tidak lagi sayur didatangkan dari daerah luar. Karena memang tidak bisa dipungkiri, bahwa selama ini kebutuhan sayur bagi masyarakat Lombok Tengah banyak didatangkan dari luar daerah. Padahal dari segi potensi wilayah tersebut tidak kalah. “Apalagi kedepan kebutuhan sayur sangat banyak, terutama dengan adanya KEK Mandalika. Maka penting ketersediaan holtikultura ini kita siapkan jauh sebelumnya, agar kedepan kita tidak mendatangkan dari luar. Apalagi benih kita juga sangat bagus untuk kemudian kita kembangkan,” terangnya. (met)