Kalla Group Bangun Terminal Aspal Curah

TANJUNG-PT Bumi Sarana Utama (Kalla Group) melakukan groundbreaking  pembangunan terminal aspal curah di Pelabuhan Carik Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (27/7).

Terminal aspal curah ini merupakan terminal kedua di Lombok, selain yang ada di Pelabuhan Lembar Lombok Barat. “Proyek ini nanti akan dikerjakan kurang lebih delapan bulan, dan setelah itu akan dioperasikan, Insya Allah seterusnya. Terminal aspal curah ini adalah aset daerah ini, aset pelabuhan ini, dan pengalaman kita, terminal kita di Pare-Pare sudah 28 tahun lalu masih eksis di sana. Insya Allah terminal ini masih tetap, sampai anak cucu kita Insya Allah,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran PT Bumi Sarana Utama, Burhanuddin Lestim saat menyampaikan sambutan.

Burhanuddin menerangkan, aspal curah yang nantinya akan ditempatkan di terminal akan didatangkan dari Cilacap atau dari impor melalui Pertamina yang diangkut menggunakan kapal tanker khusus. Kapal tanker ini nantinya akan bersandar di Pelabuhan Carik, dari kapal menuju penampungan aspal curah yang ada di terminal akan disalurkan menggunakan pipa khusus.

Lebih lanjut Senior Project Specialis PT Bumi Sarana Utama, Irwansyah menerangkan, dari terminal sendiri, nantinya aspal curah akan disalurkan ke sejumlah Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pengolah aspal yang ada di NTB. “Jumlah AMP di NTB cukup banyak. Di KLU saja ada satu, di Lombok Timur 18, Lombok Tengah 1 dan Lombok Barat 1,” jelasnya.

Terminal aspal curah yang kini tengah dalam proses pembangunan ini kata Irwansyah, berdiri di atas lahan seluas 28 are dan semua izin juga sudah dipenuhi. Mulai dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan (HO) dan lainnya. “Izinnnya semua sudah ada, tinggal diperbaharui,” terangnya.

Irwansyah menegaskan, pihaknya di sini bukan sebagai produsen aspal curah, melainkan hanya sebagai agen penjualan aspal curah Pertamina. Di terminal nantinya akan ditempatkan penampungan aspal curah dengan kapasitas 3.500 metrik ton untuk memenuhi kebutuhan aspal curah, yang pertahunnya rata-rata di NTB membutuhkan 20.000 metrik ton aspal curah. “Adapun investasi yang nantinya ditanamkan di sini mencapai Rp 6 miliar, dan nantinya tentu akan menyerap tenaga kerja lokal,” tandasnya. (zul)