Kalah di Pengadilan, Peluang Banding Masih Terbuka

HM. TAUFIQ (Zul/Radar Lombok)

GIRI MENANG– Bagian Hukum Setda Lombok Barat menegaskan peluang melakukan banding atas kekalahan Pemkab Lombok Barat dalam sengketa lahan SMPN 2 Gunung Sari di Pengadilan Negeri Mataram masih terbuka. Saat ini Bagian Hukum masih mempelajari isi putusan dan lain-lain. “ Makanya kita pelajari dulu putusannya, kita pelajari kelemahan-kelemahannya, dan peluang banding itu terbuka,” ungkap Kabag Hukum Setda Lombok Barat Bagus Dwipayana, Senin (3/10).

Bagus mengatakan Pemkab belum menerima salinan putusan dari pengadilan. Kemungkinan pengadilan akan memberikan salinan pada hari ini atau besok. Sesuai aturan, tergugat (Pemkab) diberi waktu 14 hari paska putusan untuk menentukan sikap apakah melakukan upaya banding atau tidak. Jika tidak banding maka putusan tersebut inkrah atau berkekuatan hukum tetap. “ Jadi kita pelajari dulu lah putusannya meskipun saya kemarin juga mengikuti prosesnya, tapi kan tidak semua dibaca. Yang jelas peluang kita banding itu ada, apalagi ini gugatan kedua kan, dan kita kalah,” jelasnya.

Sekda Lombok Barat HM. Taufiq juga belum bisa berkomentar soal putusan ini. Dia masih menunggu laporan atau kajian dari Bagian Hukum. “ Saya harus diskusikan dulu dengan Kabag Hukum, tindakan apa yang kita lakukan dengan kekalahan ini dan saya belum dapat laporan,” terangnya.

Yang jelas katanya, Pemkab akan mencari solusi terbaik yang bisa diterima baik oleh Pemkab maupun penggugat. Kalau nanti keputusan akhir adalah tidak melakukan banding, apakah Pemkab mau membayar lahan tersebut? “ Tergantung berapa bayarnya. Tapi kalau soal mencicil, ndak lah. Kayak daerah tidak punya duit saja,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Lombok Barat kalah dalam sengketa lahan SMPN 2 Gunung Sari melawan warga. Sidang vonis gugatan ini belangsung beberapa hari lalu di Pengadilan Negeri Mataram. Hakim memenangkan penggugat yakni pihak ahli waris lahan. Seorang warga, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, menuntut Pemkab Lombok Barat mengembalikan tanah milik leluhurnya yang kini tempat berdiri bangunan SMPN 2 Gunungsari Kecamatan Gunungsari.  Hari Sudana mengaku sebagai ahli waris I Gusti Made Mudjakaot, pemilik tanah asal Cakranegara, Mataram. Hari Sudana menyampaikan kronologis kenapa tanah tersebut dipakai sebagai lokasi bangunan SMPN 2 Gunungsari sejak puluhan tahun lalu. Dalam surat kronologis yang akan disampaikan keluarga ahli waris ke bupati Lombok Barat, dijelaskan, Gusti Made Mudjakaot memberi pinjam pakai sebidang tanah yang dibelinya pada tahun 1986 dengan luas 10.000 m2  (1 hektar kepada Pemkab Lombok Barat pada tahun 1989.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid