Kalah di Pengadilan, Manajemen STIE-AMM akan Temui Bupati Lobar

KALAH : Putusan PTUN Mataram semakin menegaskan posisi Pemkab Lobar sebagai pemilik lahan yang kini menjadi lokasi kampus STIE-AMM. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Manejemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Akademi Manajemen Mataram (STIE-AMM) akan menemui Bupati Lombok Barat setelah gugatan mereka ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram (PTUN) terkait lahan kampus. Melalui Humas STIE-AMM, Ahmad Bairizki, manajemen tidak menutup diri dan akan menghadap ke bupati untuk berkomunikasi perihal sewa lahan. “Adapun komunikasi yang hendak disampaikan mengenai penetapan waktu sewa lahan, jangka waktu sewa lahan, dan harga sewa lahan yang sesuai dengan kemampuan STIE AMM sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nirlaba,” ungkapnya lewat rilis resmi yang diterima koran ini kemarin (28/3).

Manajemen menjelaskan bahwa putusan PTUN No.64/G/2020/PTUN.Mataram belum inkracht atau belum berkekuatan hukum tetap, sehingga masih dapat dilakukan upaya hukum lainnya. Manajemen berharap agar kasus yang tengah berlangsung dapat segera diselesaikan tanpa merugikan para pihak, dalam hal ini Pemkab dan dan STIE-AMM).

Manajemen menegaskan bahwa STIE-AMM adalah lembaga pendidikan nirlaba yang dalam penyelenggaraannya tidak mencari keuntungan yang bersifat materil.”STIE-AMM berupaya untuk membangun pendidikan dan memberikan kontribusi SDM bagi Provinsi NTB termasuk di dalamnya Lombok Barat dan ini sudah berlangsung lebih dari tiga puluh tahun dan telah banyak menghasilkan lulusan yang bekerja baik di sektor pemerintahan maupun swasta,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata Ahmad, STIE-AMM tetap menyelenggarakan kegiatan pendidikan sebagaimana biasanya dan tengah mempersiapkan pembukaan pendaftaran calon mahasiswa baru tahun ajaran 2021/2022.

Sementara itu Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dengan tegas menyatakan meskipun sudah ada putusan PTUN yang memenangkan Pemkab lobar, Pemkab tidak menutup diri untuk membuka komunikasi dengan pihak AMM.

Bupati mengarahkan, jika memang ada niatan baik dari pihak AMM untuk melakukan dialog, pihaknya mempersilahkan. Namun sampai sampai saat ini belum ada niatan baik dari pihak AMM untuk mau mmembuka komunikasi.”Kami masih tetap membuka diri untuk komunikasi, kalau mau komunikasi, silahkan datang langsung ke BPKAD datang baik-baik,” imbuhnya. (ami)